Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Kerjasama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dengan Tiongkok untuk menggarap pembangkit listrik tenaga angin di kawasan Baron Techno Park dipastikan gagal. Kegagalan terjadi karena kedua belah pihak ngotot pada konsep masing-masing.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Gunungkidul Syarief Armunanto menuturkan, kegagalan terjadi karena Tiongkok lebih mengedepankan pembangkit listrik tenaga surya ketimbang menggunakan tenaga angin. Perbedaan inilah yang mebuat rencana pembangunan PLT Angin jadi kalang kabut dan berujung pada kekagalan.
“Kita sebenarnya mau saja dengan konsep listrik tenaga surya yang ditawarkan investor dari Tiongkok tersebut. tapi, kami terbatas pada penyediaan lahan, sehingga kami tetap ingin kerjasama itu sama persis dengan proyeksi kami (pembangkit listrik tenaga angin),” ungkapnya.
Syarief menjelaskan, pertimbangan menolak ide dari Tiongkok lebih dikarenakan pada ketersediaan lahan untuk pemasangan instalasi surya cell. Pasalnya, untuk menghasilkan listrik tenaga surya sebesar 1 megawat dibutuhkan area lahan seluas satu hektar. Sedangkan, ketersediaan lahan di Baron Techno Park tak mencukupi untuk hal itu.
“Mau bagaimana lagi, tidak ada kesepakatan ini tidak ada titik temunya sehingga proyek tersebut gagal,” katanya.
Ide membuat pembangkit listrik tenaga angin di kawasan pesisir pertama kali muncul pada awal tahun ini. Rencananya, program ini akan mulai dioperasikan pada Septemberi ini. Namun, kegagalan tercapainya kesepakatan dengan investor membuat proyek tersebut tak ada kelanjutannya sampai sekarang. Akibatnya, mimpi masyarakat pesisir seperti di Pantai Gesing untuk bisa menikmati aliran listrik sebesar 1,5 megawatt tiap instalasi kincir angin urung bisa kesampaian.
“Permasalahan lainnya, jika instalasi ini benar-benar dilaksanakan dan menghasilkan arus listrik, kita juga terkendala regulasi pemanfaatannya. Pasalnya, saat ini pemerintah baru menetapkan regulasi pemanfaatan listrik berdaya panas bumi,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Cek jadwal bus DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman Sabtu 23 Mei 2026 lengkap dengan rute dan tarif terbaru.
Pekan terakhir Liga Spanyol 2025/2026 diwarnai kekalahan Barcelona, kemenangan Real Madrid, dan drama degradasi Mallorca serta Girona.
BGN menegaskan pengajuan dapur MBG atau SPPG gratis tanpa pungutan biaya setelah muncul dugaan penjualan titik MBG di sejumlah daerah.
Jadwal angkutan KSPN Malioboro menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini Kamis 21 Mei 2026 lengkap dengan tarif terbaru.
Mobil anggota DPR RI Gus Hilman mengalami kecelakaan di Tol Pasuruan-Probolinggo yang menewaskan dua staf pendamping rombongan.