Ajaran Sukarno Jangan Hanya Sekadar Alat Politik

Senin, 08 September 2014 00:20 WIB
Ajaran Sukarno Jangan Hanya Sekadar Alat Politik

Harianjogja.com, BANTUL–Keluarga Besar Marhaenis (KBM) menegaskan ajaran tokoh besar pendiri RI Soekarno agar tidak sekadar menjadi alat politik melainkan harus benar-benar diamalkan untuk membangun kemandirian dan kesejahteraan seluruh rakyat.

Ketua Bidang Pemberdayaan Kader Dewan Pimpinan Nasional (DPN) KBM Sulistyo Sidik berjanji keluarga besar marhaen yang terbentuk di seluruh tingkat daerah akan ikut mengawal pemerintahan baru Joko Widodo-Jusuf Kalla agar tidak sekadar menggunakan konsep maupun simbol Sukarno namun jauh dari harapan kesejahteraan seluruh rakyat.

“Jangan sampai seperti Orde Baru ada penataran P4 namun tidak dipraktikan untuk mewujudkan kesejahteraan seluruh rakyat dan sebatas menjadi slogan-slogan saja,” katanya, di acara diskusi rutin 17an KBM bertempat di Pendopo Parasamya Pemkab Bantul, Minggu (7/9/2014).

Sulistyo mengatakan ajaran Sukarno dikenal Trisaksi tidak hanya sebatas menjadi komoditas politik semata atau hanya menjadi alat politik mencapai kekuasaan baru saja, melainkan diterapkan sungguh-sungguh oleh Jokowi-JK dalam berbagai program kerakyatan nanti.

Ia mengakui ada banyak kesamaan program ditawarkan Jokowi-JK dengan ajaran Trisakti ala Sukarno yang memang sudah banyak yang mengenal tapi juga banyak yang belum mengetahui secara pasti diantaranya revolusi mental, revolusi sehat, dan revolusi pendidikan.

DPN KBM sendiri tidak kuatir akan kehabisan materi untuk mendekatkan banyak ajaran Sukarno kepada masyarakat dilakukan melalui diskusi-diskusi ataupun melalui sekolah Marhaen yang sudah mulai dirintis di sejumlah daerah di DIY.

Sulistyo yakin banyak pemikiran marhaen atau Sukarno dalam berbagai aspek bidang yang belum sampai ke masyarakat luas. Seperti pemikiran tentang seni, pembangunan dan seni arsitek, kebudayaan hingga mengenai islam sekalipun.

“Masih banyak meteri lain yang perlu diajarkan masyarakat dalam berkarya dalam berbagai segmen. Banyak saksi sejarah maupun akademisi yang kaya referensi pemikiran Soekarno di berbagai bidang selama berkiprah,” imbuh Sulistyo didampingi Bendahara DPN KBM Tri Daya Rini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online