Kasus GMS Bantul, 31 Saksi Diperiksa, Polisi Segera Tetapkan Tersangka
Kasus dugaan pembubaran ibadah GMS Bantul terus diselidiki, 31 saksi diperiksa, polisi siapkan penetapan tersangka.
Kegiatan razia kendaraan bermotor dengan knalpot brong atau tak standar pabrik oleh anggota Kepolisian Resor Bantul, DIY. - Antara/HO-Humas Polres Bantul
Harianjogja.com, SLEMAN—Mengantisipasi meningkatnya potensi kriminalitas jalanan selama masa libur sekolah, aparat gabungan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengintensifkan patroli malam berskala besar. Kegiatan ini melibatkan Polda DIY, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY.
Patroli dilakukan secara rutin setiap malam hingga dini hari dengan menyasar sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya remaja. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pencegahan kenakalan anak usia sekolah yang berpotensi mengarah pada tindakan kriminal.
Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Selain itu, patroli juga bertujuan mengurangi ruang gerak remaja yang beraktivitas di luar rumah hingga larut malam.
“Patroli ini kami lakukan setiap malam selama masa libur sekolah. Tujuannya untuk memastikan anak-anak tidak menjadi korban maupun pelaku tindak pidana,” ujarnya kepada awak media, Rabu (8/7/2026).
Dalam pelaksanaannya, petugas mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Remaja yang kedapatan masih berkumpul melewati jam malam akan diberikan imbauan untuk segera pulang ke rumah masing-masing.
Hasilnya, dalam patroli terbaru, petugas berhasil membubarkan aksi balapan liar yang meresahkan warga. Aktivitas tersebut selama ini menjadi salah satu bentuk kenakalan remaja yang kerap berujung pada kecelakaan maupun tindak pidana lainnya.
Menurut Ihsan, pendekatan dialog yang dilakukan aparat terbukti cukup efektif dalam mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia menegaskan bahwa kegiatan patroli akan terus digelar secara konsisten selama periode libur sekolah.
Selain peran aparat, keterlibatan orang tua juga menjadi kunci utama dalam pengawasan anak. Polda DIY mendorong orang tua untuk lebih aktif memantau aktivitas anak melalui program “Ibu Memanggil”.
“Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan orang tua sangat penting untuk menekan angka kenakalan remaja,” tegasnya.
Dengan langkah preventif ini, diharapkan suasana keamanan dan ketertiban di wilayah DIY tetap terjaga, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman bagi masyarakat selama masa libur sekolah berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus dugaan pembubaran ibadah GMS Bantul terus diselidiki, 31 saksi diperiksa, polisi siapkan penetapan tersangka.
IHSG berpotensi lanjut melemah akibat konflik AS-Iran, kenaikan harga minyak, dan ancaman capital outflow dari pasar Indonesia.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo melantik Budi Santosa Asrori sebagai Sekda. Diminta hadirkan inovasi dan ubah budaya kerja birokrasi.
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp18.066 per dolar AS akibat konflik AS-Iran, lonjakan yield obligasi AS, dan sentimen The Fed.
Iran ancam balasan keras usai serangan AS. Trump klaim jadi target pembunuhan nomor satu di tengah memanasnya konflik kedua negara.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus menunjukkan fundamental bisnis yang solid di tengah dinamika ekonomi global dan industri perbankan nasional.