Hanya Khusus Penumpang, Stasiun Lempuyangan Jogja Tak Layani Angkutan Barang di 2028
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Kekerasan jalanan atau klitih. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Belakangan kasus kenakalan remaja marak terjadi di Bantul. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Nugroho Eko Setyanto meminta sekolah dan orang tua terus mengawasi pelajar selama Ramadan.
“Kewenangan utama kami ada di sekolah, meski begitu kami harus tetap berkomunikasi dan berkordinasi dengan orang tua, maupun pemangku wilayah untuk pembinaan dan pengawasan [kepada pelajar],” katanya, Selasa (19/3/2024).
Hingga saat ini, Nugroho mengaku belum mengkaji mengenai penyebab maraknya kenakalan remaja yang terjadi belakangan. Meski begitu, menurutnya untuk mengantisipasi kejadian tersebut, orang tua atau wali dan masyakat setempat perlu bekerja sama dalam mengawasi aktivitas pelajar. Selain itu, menurutnya, pihak sekolah juga perlu meningkatkan pengawasan kepada siswa-siswinya.
“Dari sisi Disdikpora, kami juga perlu meningkatkan pembinaan kepada para siswa dan meningkatkan komunikasi dengan orang tua atau wali siswa untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
BACA JUGA: Sanksi Administrasi Telat Bayar PBB di Jogja Dihapus
Dia menyampaikan imbauan kepada pihak sekolah juga telah disampaikan melalui Surat Edaran No. B/400.3.1/00959/Umpeg/2024 mengenai penyelenggaraan pembelajaran selama Ramadan. Dalam surat tersebut, kepala sekolah diminta untuk mengimbau orang tua atau wali siswa untuk mendampingi aktivitas belajar siswa, selama siswa berada di rumah dan memastikan siswa melakukan aktivitas positif atau tidak merugikan pihak lain.
Sementara itu, Polres Bantul mencatat ada beberapa kasus yang melibatkan kenakalan remaja di masyarakat yang terjadi belakangan. Di Kapanewon Bantul ada dua kejadian, sementara di Kretek, Jetis dan Sewon, masing-masing satu kejadian. Dari kejadian tersebut ada 12 remaja ditangkap karena kedapatan akan melakukan perang sarung dan membawa petasan.
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry mengimbau kepada masyarakat untuk menghormati, antara lain tidak bermain petasan dan perang sarung. Sebab hal itu dapat menimbulkan gesekan yang menjadi gangguan kamtibmas. Dia juga meminta para pelajar agar mengisi Ramadan dengan kegiatan positif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Jadwal bola malam ini 26-27 September 2026 menghadirkan Inggris vs Spanyol, Republik Ceko vs Kroasia, perempat final Asian Games, dan Liga 2.
Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026 kembali digelar di SUGBK. Psywar media sosial dan rekam jejak pertemuan kedua tim ikut menjadi sorotan.
Ekspansi OpenAI, Anthropic, Google DeepMind, dan perusahaan AI lain memperketat pasar kantor Singapura. Harga sewa diprediksi naik 10 persen.
MotoGP 2027 digelar dalam 22 seri. Mandalika menjadi seri ke-20 pada 29-31 Oktober, disusul Adelaide dan Valencia.
Harvest Moon 26 September 2026 bukan pemicu gempa, tsunami, atau letusan gunung api. Daryono menjelaskan kaitannya dengan pasang laut dan rob.