Gunungkidul Belum Tetapkan Siaga Kekeringan, Ini Alasannya
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Petugas pencatat meteran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani mengeluhkan transparansi dalam merekrut pegawai honorer. Pasalnya, lowongan tersebut tak pernah dipublikasikan, tetapi tiba-tiba ada karyawan baru.
Sekretaris DPC Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Gunungkidul Agung Budi Santoso mengaku, sejumlah pekerja lepas PDAM mengeluh dengan sistem rekrutmen pegawai honorer. Mereka beranggapan, rekrutmen dilakukan tidak transparan. Tanpa ada
pengumuman pembukaan lowongan, perusahaan langsung menerima pegawai honorer.
“Kami terima surat itu sejak 11 Agustus lalu. Saat ini, kami masih mempelajari berkas aduan itu,” kata Santoso saat dihubungi Harianjogja.com, Senin (8/9/2014).
Santoso menjelaskan inti aduan mengeluhkan terkait sistem rekrutmen honorer di PDAM. Padahal, sebagai bagian dari perusahaan tersebut selama bertahun-tahun, harusnya informasi dapat terbuka sehingga memberikan peluang kepada pegawai lepas untuk mengikuti tes tersebut.
“Mereka mengeluh, tanpa ada pengumumnan rekrutmen tahu-tahu ada 15 pegawai honorer yang masuk sejak akhir tahun lalu,” ungkap dia.
Dalam surat perjanjian kerja, sambung Santoso, pasal sepuluh mengatur dengan jelas. Karyawan lepas tidak akan menutut menjadi pegawai tetap. Namun, saat ada lowongan mereka bisa mengikuti seleksi tersebut.
“Yang jadi masalah, mereka merasa tidak pernah ada lowongan, tapi tahu-tahu ada pegawai baru,” tutur dia.
Dia menambahkan, meski telah mendapati aduan, namun SPSI urung melakukan pertemuan dengan manajemen perusahaan plat merah tersebut. Santoso beralasan, pihaknya masih mendalami materi aduan yang dikirimkan.
“Kami ingin semua berjalan seimbang dan tidak berat sebelah. Jadi, sebelum ke PDAM, kami harus mempelajari berkas aduan lebih lanjut,” ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul belum menetapkan siaga darurat kekeringan meski musim kemarau 2026 sudah dimulai sejak akhir April.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.