Demo 27 Agustus, Kendaraan Taktis Bersiap di Kompleks DPR
Demo 27 Agustus di Kompleks DPR dikawal ketat. Water cannon, kendaraan lapis baja, dan 18.504 personel disiagakan.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Lembaga masyarakat di Desa Glagah, Palihan, Sindutan, dan Jangkaran Kecamatan Temon mengajukan syarat terkait konsep relokasi dan kompensasi pembebasan lahan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo.
Mereka menyampaikannya melalui Forum Bersama Lembaga Masyarakat (FBLM) dalam pertemuan tertutup di rumah dinas Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, Senin (8/9/2014).
FBLM terdiri dari perwakilan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Rukun Sejahtera, Kepedulian Sosial Desa (KSD) Mitra, Forum Rembug Warga Transparansi (FRWT), Masyarakat Peduli Kulonprogo (MPK), serta tokoh masyarakat menyampaikan beberapa poin yang menunjukkan dukungan terhadap pembangunan bandara di Kulonprogo selama persyaratan dipenuhi.
Rapih Juwito, tokoh masyarakat Temon, usai pertemuan menyebutkan, warga meminta kavling relokasi seluas 300 meter persegi yang diberikan secara cuma-cuma kepada setiap kepala keluarga (KK) untuk hunian.
Sedangkan untuk kepentingan relokasi usaha, tanah kas desa dan tanah Pakualaman yang terdapat di wilayah Kecamatan Temon dapat dibeli oleh warga dengan harga maksimal setengah dari nilai kompensasi yang diterima.
“Maksud kami adalah mengawal kepentingan masyarakat supaya tetap terkomodasi dalam pembangunan bandara, seperti bagaimana relokasi, peluang usaha dalam bandara seperti apa, dan sebagainya,” jelas dia, Senin (8/9/2014).
Nilai kompensasi pembebasan lahan, imbuh Rapih, harus disepakati bersama antara masyarakat dan PT Angkasa Pura (AP) I dan jika kesepakatan tidak tercapai maka dapat diselesaikan dengan dua alternatif.
“Kedua alternatif tersebut tidak bertujuan untuk menghambat proyek yang sudah direncanakan, namun semata-mata untuk melindungi hak-hak dan kepentingan masyarakat lokal,” jelasnya.
Diungkapkannya, masyarakat yang diwakili FBLM ingin menunjukkan sikap kritis dalam memandang pembangunan bandara di Kulonprogo. “Jika konsepnya sesuai ya kami mendukung,” imbuh Rapih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Demo 27 Agustus di Kompleks DPR dikawal ketat. Water cannon, kendaraan lapis baja, dan 18.504 personel disiagakan.
Abu vulkanik Anak Krakatau menyebar hingga Pekalongan, Pariaman, dan Padang Panjang. Tiga bandara menghentikan operasi sementara.
Marc Klok membidik kemenangan Persib Bandung atas PSM Makassar pada laga perdana BRI Super League 2026/2027 di GBLA.
Abu vulkanik Anak Krakatau terpantau hingga 50.000 kaki dan menyebar ke Jabodetabek, Banten, Lampung, Bengkulu hingga Sumatra Selatan.
Persija menang 1-0 atas Borneo FC. Shin Tae-yong menyebut Macan Kemayoran baru menunjukkan 50 persen kemampuan terbaiknya.
Top Ten News Harianjogja.com Minggu 6 September 2026 merangkum kabar kebakaran DIY, erupsi Anak Krakatau, ekonomi, budaya, hingga olahraga.