JNE Dukung Promosi Pariwisata Cilacap
Saptono menunjukkan ikan nila yang dibudidayakan di depan rumah salah satu warga Desa Wisata Ngremboko, Bokesan, Sindumartani, Ngemplak, Selasa (16/9/2014). (JIBI/Harian Jogja/Rima Sekarani I. N.)
Harianjogja.com, SLEMAN-Sempat terhenti selama dua tahun, aktivitas pariwisata di Desa Wisata Ngremboko di Dusun Bokesan, Sindumartani, Ngemplak, Sleman bangkit kembali. Pengelola dan warga mulai membenahi dan melengkapi penunjang bagi pengembangan desa wisata. Selama setahun terakhir, minimal omzet desa wisata ini mencapai Rp11 Miliar. Apa saja rahasia keberhasilannya?
Saptono sangat antusias ketika wartawan menanyakan pengembangan Desa Wisata Ngremboko yang dia kelola, Selasa (16/9/2014) pagi. Sebelum membagi kisahnya, dia mengajak para wartawan melihat maket rencana pembangunan wilayah seluas 25 hektare itu. Desa Wisata Ngremboko mengandalkan pariwisata berbasis perikanan. Selain ikan konsumsi seperti nila, lele, dan gurame, ikan hias pun dibudidayakan di sana.
Kelompok Pembudidaya Ikan (KPI) Mina Ngremboko telah berdiri sejak 1985 dan dikukuhkan pemerintah dua tahun berikutnya. Awalnya, kata dia, desa ini fokus pada perikanan. Kala itu, lokasi ini sering dikunjungi sebagai tempat outbound maupun studi banding. Lama kelamaan, masyarakat merasakan manfaat dari kedatangan pengunjung.
“Jika outbound, pengunung bisa tiga sampai empat hari, jadi butuh penginapan dan jasa cuci baju. Orang-orang kami juga banyak yang dibutuhkan jadi pemandu,” ucap Saptono.
Tidak hanya itu, pengunjung yang ingin membawa pulang oleh-oleh juga mendorong warga berwirausaha aneka olahan ikan. Ikan-ikan hias juga bisa dijual sebagai suvenir.
Singkat cerita, Bokesan menjadi Desa Wisata Ngremboko sejak 2002. Sayangnya, dua tahun belakangan, aktivitas pariwisata di sana seakan mati suri. Sebab pengelolaan kurang fokus. Tahun ini dengan adanya kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang bangkit kembali, desa ersebut menata lingkungan. Saat ini, imbuhnya, tempat ini telah memiliki pasar ikan. Ke depan, akan kembangkan homestay yang letaknya di pinggir sungai dan beberapa joglo untuk tempat bersantai.
Saptono mengajak para wartawan untuk melihat kolam kecil di depan rumah salah satu warga. Dengan bangga dia lalu mengungkapkan, partisipasi warga dalam pengembangan Desa Wisata Ngremboko sangat tinggi.
“Hasilnya juga bisa membuat warga semakin sejahtera. Omzet untuk budi daya ikannya saja tahun lalu mencapai Rp11 miliar lebih. Itu belum dengan aktivitas pariwisatanya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.
Bruno Fernandes mencetak 21 assist musim ini, memecahkan rekor Liga Inggris dan mengungguli Thierry Henry serta Kevin De Bruyne.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.