Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
JIBI/Solopos/Maulana Surya Petugas merapikan ruangan laktasi atau pojok ASI (Air Susu Ibu) di kantor kelurahan Kerten, Laweyan, Solo, Jumat (20/12). Pemkot Solo telah menyiapkan anggaran lebih dari Rp 1 miliar untuk membangun puluhan ruang laktasi sebagai ruang khusus menyusui di berbagai area publik demi mengejar gelar Kota Layak Anak pada 2015 mendatang.
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mengakui penyediaan ruang laktasi bagi ibu menyusui di lingkungan kantor Pemerintah Kabupaten Sleman belum memadai. Pegawai yang masih menyusui terpaksa memanfaatkan ruang seadanya saat memompa air susu ibu (ASI).
Yani, seorang PNS di kantor Pemkab Sleman mengungkapkan, terdapat ruang laktasi di tempat kerjanya. Sayangnya, kondisi ruangan tersebut tidak nyaman.
“Tempatnya kurang representatif dan tidak nyaman,” kata Yani, saat ditemui Selasa (16/9/2014).
Ruang laktasi di Kantor Setda Sleman memanfaatkan ruang kosong di bawah tangga. Sebelumnya, ruangan tersebut digunakan sebagai tempat ibadah. Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, kondisi ruang tersebut tampak tidak terawat. Lantainya hanya beralasakan karpet dan terdapat sebuah tirai sebagai penutup.
“Itu jelas tidak nyaman. Privasinya kurang. Jadi kadang saya harus memompa ASI di ruang kepala bagian atau di ruang properti protokol,” papar Yani.
Penyediaan ruang laktasi diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.15/2013 tentang Tata Cara Penyediaan Fasilitas Khusus Menyusui dan/atau Memerah Air Susu Ibu. Secara umum, aturan tersebut mencantumkan, pengurus tempat kerja dan penyelenggara sarana umum harus mendukung program ASI eksklusif. Salah satu bentuk dukungannya adalah menyediakan fasilitasi khusus untuk menyusui atau memerah ASI.
Belum adanya fasilitas ruang laktasi yang memadai di lingkungan Pemkab Sleman diakui Kepala Dinkes Sleman, Mafilindati Nuraini. Alasannya, saat ini pihaknya masih fokus ke penyediaan ruang khusus merokok.
“Memang belum dan sedang diusahakan, tapi kalau di tempat umum sudah lumayan banyak,” ucap Linda, Selasa siang.
Linda mengatakan pihaknya telah melakukan pembinaan melalui kampanye kepada masyarakat mengenai tempat kerja yang harus menyediakan ruang laktasi.
“Tempat-tempat yang banyak pekerja wanitanya itu biasanya sudah ada. Di Pasar Godean juga disediakan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 25 Mei 2026 lengkap. Tarif Rp8.000, berangkat hampir tiap jam, solusi cepat anti macet.
Bruno Fernandes mencetak 21 assist musim ini, memecahkan rekor Liga Inggris dan mengungguli Thierry Henry serta Kevin De Bruyne.
Pemda DIY siapkan satgas khusus atasi kejahatan jalanan. Libatkan polisi, TNI, BIN hingga BNN.