3,4 Ton Merkuri Disamarkan dalam Keramik, Ekspor Ilegal Digagalkan
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
Harianjogja.com, KULONPROGO – Program orang tua asuh bagi Keluarga Miskin diharapkan dapat mengentaskan kemiskinan di Kulonprogo. Namun, usai dilakukan pendataan ulang, keluarga miskin yang didatangi ternyata dianggap cukup mampu secara finansial.
Kasubag Sosial Agama Bidang Kesejahteraan Rakyat Mudopati mengungkapkan, data KK Miskin yang digunakan dalam program orang tua asuh keluarga miskin tersebut merupakan data 2013. Jumlah KK Miskin di Kulonprogo yang terdata saat itu mencapai 31.454 KK, sedangkan jumlah PNS Kulonprogo ada 5.893 orang.
“Ternyata setelah dicek langsung ke keluarga bersangkutan, keadaan rumah ternyata sudah bagus. Bahkan, saya sempat menemui keluarga yang ternyata cukup mampu, anaknya ada yang kuliah,” ujar Mudopati saat ditemui Harianjogja.com di kantornya, Kamis (18/9/2014).
Menurut dia, persepsi tentang keluarga miskin bagi setiap PNS itu tidak sama. Namun kenyataannya setelah dilakukan survei, keluarga yang termasuk dalam KK Miskin tersebut sudah hidup lebih baik.
“Tapi data yang telah disurvey itu akan dievaluasi lagi. Kalau memang ada yang sudah mampu, akan diseleksi. Jadi, kemungkinan jumlah KK Miskin yang akan diikutkan program tersebut bisa saja kurang dari 31.454 KK,” jelas Mudopati.
Program orang tua asuh bagi keluarga miskin dikordinasikan antara Sekda Kulonprogo, Bappeda, BKD dan petugas kecamatan. Mekanisme pembagian keluarga miskin dilakukan oleh tiap-tiap kecamatan di Kulonprogo. Camat Girimulyo Purwono mengungkapkan, data yang KK Miskin yang ada di kecamatan selanjutnya dibagikan ke Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan PNS yang lingkup kerjanya di wilayah kecamatan tersebut.
“Jumlah KK miskin yang terdata di Girimulyo ada 2.682 KK. Sedangkan jumlah PNS yang bertugas di kecamatan ini ada sekitar 402 orang. Kami sempat mendapatkan kekurangan PNS, dan sekarang suah terpenuhi dari Sekda dan Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan,” papar Purwono.
Program itu adalah salah satu bentuk sosial yang dapat dilakukan PNS di lingkungan Pemkab Kulonprogo untuk turut membantu keluarga miskin mencapai kesejahteraan. Sebelumnya saat deklarasi program orang tua asung keluarga miskin, Bupati Hasto Wardoyo mengungkapkan, jumlah keluarga miskin masih cukup tinggi. Dalam program tersebut setiap PNS akan mendampingi empat KK miskin. Bentuk pendampingan bukan berupa bantuan materi tetapi dalam bentuk advokasi.
“Angka kemiskinan di Kulonprogo masih cukup tinggi yakni masi sekitar 23 persen. Untuk menurunkan angka tersebut bukan perkara yang mudah. Program tersebut menekankan pada pola pendampingan PNS kepada KK miskin. Setiap PNS minimal dapat melakukan pendampingan terhadap empat KK miskin,” jelas Hasto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
Polres Karanganyar menghentikan penyelidikan dugaan MinyaKita berbau solar setelah uji laboratorium memastikan tidak ada kandungan solar maupun minyak tanah.
Gempa magnitudo 5,3 mengguncang Ismailia, Mesir. Belum ada laporan korban, sementara pemerintah mengaktifkan tanggap darurat dan rumah sakit bersiaga.
Bantul menargetkan angka kemiskinan turun di bawah 10 persen pada 2026. Sebanyak 103 program disiapkan dengan dukungan pembaruan DTSEN.
Korlantas Polri dan Jasa Marga memperkuat pengawasan kendaraan ODOL melalui integrasi ETLE, RFID, dan WIM menjelang penerapan Zero ODOL awal 2027.
WMO memprediksi El Nino menguat pada Agustus-Oktober 2026 dan berpotensi memicu suhu di atas normal, kekeringan, banjir, serta kebakaran hutan.