3,4 Ton Merkuri Disamarkan dalam Keramik, Ekspor Ilegal Digagalkan
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
ilustrasi (ronald.blog.esaunggul.ac.id)
Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Daerah DIY berencana menyalurkan dana gotong royong Rp10 juta per desa dari dana keistimewaan (danais). Hal ini menyusul munculnya keluhan tidak meratanya penyaluran danais dari para dukuh se- DIY.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Tavip Agus Rayanto mengakui jika sosialisasi penyaluran danais tak merata ke seluruh kota/kabupaten. Sosialisasi baru sebatas dilakukan di tingkat kota saja.
Keluhan para dukuh itu, katanya, telah dirapatkan di internalnya. Hasilnya, Pemda DIY akan melakukan sosialisasi mengenai tata cara pencairan danais dari pusat dan bagaimana cara masyarakat mengaksesnya.
“Kami jadwalkan keliling kota/kabupaten akhir September ini,” ujarnya usai menggelar rapat soal kemiskinan di Hotel Ina Garuda, Kamis (18/9/2014). Teknisnya, Pemerintah Kota/Kabupaten yang akan mengundang dari unsur masyarakat, sementara Pemda DIY hanya tinggal menjelaskannya.
Tavip mengatakan penggunaan danais pada dasarnya untuk program kegiatan bukan untuk program hibah. Kendati begitu menurutnya masyarakat bisa mengusulkannya lewat proposal. Akan tetapi menurut dia usulan dari masyarakat itu tak bisa langsung dilaksanakan dengan menggunakan danais 2014 termin kedua atau ketiga, bahkan danais 2015. Namun baru dapat terealisasi 2016. Sebab, usulan danais tiap tahunnya ke APBN sudah harus diajukan di awal tahun atau Januari.
Bahkan supaya semua masyarakat menikmati danais itu, ungkap Tavip, Pemda DIY telah merencanakan untuk merealisasikan program kegiatan gotong royong berbasic desa yang akan disokong dengan danais. Dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DIY 2013-2017, dana gotong royong itu direncanakan Rp10 juta per desa, sedangkan tingkat RW Rp7,5 juta.
“Usulan memang Rp 10 juta untuk stimulan per desa. Tapi bisa kurang, bisa lebih tergantung dari hasil pembahasan,” ujarnya.
Rencananya dana gotong royong itu diusulkan naik secara bertahap setiap tahunnya sampai mencapai angka Rp15 juta. Kenaikan ini mengikuti usulan kenaikan danais tiap tahunnya yang ditarget mencapai Rp1 trilliun. Diketahui, danais 2014 dialokasikan Rp523 miliar, sedangkan pada 2015 disetujui oleh pemerintah pusat sebesar Rp547 miliar dari usulan Rp1 trilliun karena mengingat serapan danais yang belum maksimal.
“Danais 2016 hitungannya belum. Makanya, sosialisasi ke warga dilakukan untuk menampung aspirasi program kegiatan 2016,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
BPS mencatat harga beras Juli 2026 naik di seluruh rantai distribusi. Beras premium di tingkat penggilingan melonjak 10,22 persen secara tahunan.
Kemarau membuat debit air sumur di Kokap, Kulonprogo menurun. Warga yang menggelar hajatan khitanan terpaksa meminta bantuan droping air.
Dewas KPK berkoordinasi memeriksa Setya Budi Dias, polisi yang bertugas di KPK dan menjadi tersangka kasus dugaan pemerasan di Pemalang.
Korlantas Polri dan Jasa Marga berkolaborasi menangani kendaraan ODOL melalui integrasi teknologi menuju penerapan Zero ODOL awal 2027.
Neraca dagang Indonesia defisit US$450 juta pada Juni 2026. BPS mencatat impor melampaui ekspor, terutama akibat defisit komoditas migas.