Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Harianjogja.com, JOGJA- Sejumlah kios Pasar Kilitikan, Kelurahan Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan, Jogja yang tidak terkena kebakaran sudah mulai terlihat aktivitas jual beli pada Senin (21/9/2014) meski belum terlalu ramai seperti biasanya.
Adapun 60 pedagang yang kiosnya menjadi korban kebakaran belum bisa berjualan.
Sekretaris Paguyuban Komunikasi Pedagang Pasar Klitikan (Kompak) Joko Kristianto mengatakan, rencananya 60 pedagang korban kebakaran akan mulai berjualan, besok (Selasa, 23/9/2014) di selasar Pasar Klitikan.
Namun, karena kondisi selasar pasar cukup sempit maka pedagang akan diundi siapa saja yang menemati selasar bagian depan, tengah, dan selasar bagian belakang.
"Tiap pedagang menempati selasar seluas 1x2,5 meter persegi," kata Joko.
Undian penempatan selasar pasar akan dilakukan Senin (22/9/2014) malam. Diakui Joko, kebakaran dengan kerugian total Rp4,2 miliar tersebut pedagang hanya akan difasilitasi tempat berdagang dari Pemerintah Kota Jogja.
Sementara, kerugian barang dagangan yang terbakar tidak ada ganti rugi. Namun demikian, Paguyuban Kompak masih terus melakukan komunikasi dengan Pemkot untuk mencari solusi terbaik bagi para pedagang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Prabowo meminta warga Jakarta, Banten, dan Lampung waspada erupsi Anak Krakatau, mematuhi zona bahaya, serta menggunakan masker.
Gree meluncurkan empat produk AC baru untuk segmen hunian hingga komersial, termasuk AC inverter dan sistem VRF modular GMV9 FLEX.
PLN menegaskan rencana pengeboran PLTP Gunung Ungaran tidak berada di kawasan Candi Gedong Songo dan masih dalam tahap studi kelayakan
Sebanyak 192 ASN Gunungkidul menunggak iuran BPJS Kesehatan. Sebanyak 96 pegawai sudah melunasi, sementara lainnya mencicil tunggakan.
Penerbangan terganggu erupsi Anak Krakatau, Persebaya memilih perjalanan darat dan laut dari Lampung ke Surabaya melalui Bakauheni-Merak.