Tertangkap Coret Dinding, 7 Pelajar Dilumuri Cat

Sunartono
Sunartono Senin, 22 September 2014 20:40 WIB
Tertangkap Coret Dinding, 7 Pelajar Dilumuri Cat

VANDALISME

Harianjogja.com, SLEMAN - Tujuh pelajar dari SMP dan SMA tertangkap basah saat tengah mencoreti dinding rumah warga di Jalan Kaliurang Kilometer 21, Desa Hargobinangun, Pakem, Sleman, Minggu (21/9/2014) malam.

Warga yang kesal kemudian melumuri seluruh tubuh para pelajar itu dengan cat yang dibawanya.

Ketujuh pelajar yang tertangkap antara lain DDN, 14, pelajar salahsatu SMP di Kalasan; RRP, 17, pelajar salahsatu SMK di Jogja. Keduanya warga Karangsari, Wedomartani, Ngemplak, Sleman.

Selain itu masih ada DCS, 16, siswa putus sekolah; APY, 15, siswa SMP di Kalasan; MNS, 16, siswa SMK di Depok; OAS, 16 serta PPS, 16, keduanya siswa SMK di Jogja. Kelimanya adalah warga Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Para pelajar itu secara sengaja mendatangi sejumlah rumah di Jalan Kaliurang untuk dicoreti temboknya. Tetapi belum sempat menyelesaikan tulisan dengan pilok, aksi mencoreti dinding rumah itu diketahui salah satu warga Desa Hargobinangun.

Informasi itu kemudian menyebar ke warga lainnya. Merasa kesal lantaran kerap terjadi aksi vandalisme, warga kemudian menangkap ketujuh pelaku.

Tak hanya itu, sedikitnya 50 warga kemudian meminta ketujuh pelaku membuka baju. Warga pun beramai-ramai melumuri tubuh ketujuh pelajar ini dengan cat dan pilok yang dibawanya.

Kapolsek Pakem Kompol Sudaryanto mengatakan meski warga melumuri tubuh para pelajar itu dengan cat, tapi mereka tidak melakukan penganiayaan.

Aksi spontan itu menurutnya sebagai dampak kekesalan warga, karena tembok rumah di pinggir jalan selalui penuh dengan coret-coretan.

Penangkapan aksi vandalisme itu merupakan kali kedua di wilayah Pakem selama tiga bulan terakhir. Para pelaku biasanya beraksi pada malam hari dan menyasar dinding atau pagar rumah yang belum dicoreti.

"Yang dicoret itu rumah dipinggir jalan yang sekiranya sepi. Kalau kemarin itu kebetulan rumahnya tidak dihuni, ada warga yang melintas kemudian menangkap, warga lainnya datang kemudian dicoreti tubuhnya, kami amankan di Mako," ungkap Kapolsek saat ditemui, Senin (22/9/2014).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online