Kepala BGN Jawab Desakan Hentikan MBG, Fokus Benahi Tata Kelola
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dihentikan oleh BGN karena merupakan program Presiden Prabowo Subianto.
Harianjogja.com, JOGJA- Keberadaan andong dan becak sebagai moda tranportasi tradisional dikhawatirkan bakal tergusur dengan bertambahnya jumlah kendaraan pribadi dan pengembangan sarana tranportasi massal.
“Bisa jadi bom waktu kalau tak ada konsep penataan yang jelas buat andong dan becak,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Malioboro Syarif Teguh, Senin (22/9/2014).
Ia menilai ada pergeseran nilai andong dan becak belakangan ini. Nilai-nilai kearifan lokal transportasi tradisional itu tak berlaku lagi. Pemilik andong dan becak hanya terpaku untuk mengejar keuntungan semata.
Saat liburan tiba, kata Syarif, andong dan becak tumpah ruah di Malioboro. Jumlah andong yang biasanya hanya 30-40 berlipat menjadi tiga kali lipatnya sendiri. Mereka menaikkan tarif semaunya dan melanggar jalan satu arah di jalur lambat Malioboro. Bahkan, andong sejenis bendi dari Parangtritis pun jauh-jauh ikut mangkal di Malioboro.
“Bisa jadi Malioboro nanti menjadi pangkalan andong dan becak, kalau enggak kami tata sekarang,” ujarnya.
Tergusurnya andong dan becak itu sebelumnya juga pernah dikeluhkan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat menanggapi rencana pengembangan Kereta Trem. Syarif mengaku belum mengetahui rencana Pemerintah Daerah DIY, Universitas Gadjah Mada dan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan terhadap rencana pengembangan Kereta Trem.
Namun menurut dia, penataaan andong dan becak tak perlu menunggu pengembangan Kereta Trem itu.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DIY Ni Made Dwi Panti mengatakan kekhawatiran terhadap keberadaan andong dan becak itu nantinya akan difasilitasi dengan pembuatan zonasi kawasan kendaraan tak bermotor lewat dana keistimewaan 2015.
“Akan tetap diatur, namun karena sekarang belum ada analisanya kami enggak bisa statement gimana- gimananya,” ujarnya.
Terkait dengan realisasi Kereta Trem itu sendiri, Made mengatakan penandatanganan nota kesepahaman dengan Dirjen Perkeretapian pada 17 September urung dilakukan. Sebab, terkendala dengan jadwal Gubernur DIY yang akhir pekan kemarin waktunya habis untuk melakukan kunjungan ke Inggris dan Mumbai, India.
“Secepatnya akan kembali dijadwalkan. Kementerian menargetkan sebelum bergantinya kabinet baru,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak dapat dihentikan oleh BGN karena merupakan program Presiden Prabowo Subianto.
Bansos beras tahap kedua mulai disalurkan 17 Agustus 2026. Kopdes Merah Putih berpeluang menjadi lokasi penyaluran bagi 33,24 juta penerima.
Longsor tebing di Tanjakan Clongop Gunungkidul belum diperbaiki. Warga berharap penanganan dipercepat sebelum musim hujan tiba.
GIIAS 2026 menghadirkan sejumlah mobil baru di bawah Rp200 juta, didominasi kendaraan listrik dengan harga mulai Rp155 juta.
Sebanyak 156 karyawan HS Surya Group berangkat umrah gratis. Kisah pekerja muda hingga pesan haru CEO menjadi sorotan.
PM Thailand Anutin Charnvirakul bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Thailand.