Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Ilustrasi Garis Polisi (JIBI/Dok)
Harianjogja.com, JOGJA- Pelaku pembunuhan janda tiga anak Erwina Susi Widia Artanti, 58, di rumahnya Komplek Perumahan Dukuh Asri RT 80 RW 17, Kelurahan Gedongkiwo, Kecamatan Mantrijeron, Selasa (23/9/2014) pagi masih teka-teki. (Baca : http://www.harianjogja.com/baca/2014/09/23/pembunuhan-janda-janda-tiga-anak-ditemukan-tewas-dengan-luka-tusukan-di-kepala-538725" target="_blank">PEMBUNUHAN JANDA : Janda Tiga Anak Ditemukan Tewas dengan Luka Tusukan di Kepala)
Kepala Polsek Mantrijeron Komisaris Polisi Sugiyanta mengatakan tidak ada kerusakan di rumah korban. Saat ditemukan korban masih mengenakan anting-anting.
Namun dari informasi keluarga korban, korban biasanya mengenakan perhiasan kalung dan gelang. Polisi juga menduga pelaku seorang diri. Namun, motif dibalik pembunuhan tersebut masih dalam penyelidikan.
"Motifnya masih kami dalami," ujar Sugiyanta, di sela kegiatan olah tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (23/9/2014) siang.
Untuk mengungkap pelaku, polisi juga menyita barang bukti dari sekitar jenazah korban ditemukan. Di antara barang bukti itu adalah dua potong celana dalam korban, sprei, bantal, kursi yang terkena cipratan darah. Selain itu, puntung rokok dan remote televisi juga diamankan.
Prawoto Adi Sudarwo, salah satu kakak ipar korban mengatakan, korban selama ini tinggal sendirian di rumah semenjak suaminya meninggal pada tahun 2000 lalu.
Dua anak perempuan korban sudah menikah tinggal di Bali. Sementara seorang anak laki-laki tinggal di Jakarta.
Menurut dia, sebelum korban ditemukan tewas, Senin (22/9/2014) malam, sekitar pukul 23.00 WIB, ada seorang pria yang masuk rumah korban mengenakan helm dan jaket hitam.
Pria misterius tersebut juga memarkir motornya di luar komplek yang jauh dari rumah korban. "Siapa pria itu kita belum tahu," ujar Prawoto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Prabowo meminta warga Jakarta, Banten, dan Lampung waspada erupsi Anak Krakatau, mematuhi zona bahaya, serta menggunakan masker.
Gree meluncurkan empat produk AC baru untuk segmen hunian hingga komersial, termasuk AC inverter dan sistem VRF modular GMV9 FLEX.
PLN menegaskan rencana pengeboran PLTP Gunung Ungaran tidak berada di kawasan Candi Gedong Songo dan masih dalam tahap studi kelayakan
Sebanyak 192 ASN Gunungkidul menunggak iuran BPJS Kesehatan. Sebanyak 96 pegawai sudah melunasi, sementara lainnya mencicil tunggakan.
Penerbangan terganggu erupsi Anak Krakatau, Persebaya memilih perjalanan darat dan laut dari Lampung ke Surabaya melalui Bakauheni-Merak.