Ini Dampaknya Jika Petani Melanggar Pola Tanam

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Jum'at, 26 September 2014 03:20 WIB
Ini Dampaknya Jika Petani Melanggar Pola Tanam

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Sejumlah petani menanam padi di areal persawahan di Kretek, Bantul, DI. Yogyakarta, Kamis (02/01/2014). Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menyampaikan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) DIY pada Desember 2013 mencapai angka 103,15 atau mengalami penurunan sebesar 0,57% dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya. Sedang harga gabah kualitas GKP sebesar Rp 4.556 per kilogram di tingkat petani, atau turun 3,71% dari bulan sebelumnya.

Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan membina petani di wilayah setempat yang melanggar pola tanam guna menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya pola tanam berkala.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertahut) Bantul Partogi Dame Pahpahan mengakui masih banyak petani di wilayah setempat yang tidak menerapkan pola tanam yang tepat, sesuai anjuran instansinya.

"Memang tidak ada sanksi bagi mereka, mengingat saya adalah bagian dari petani, jadi kami hanya bisa membina dan melakukan pendekatan secara persuasif, agar mereka selanjutnya bisa menerapkan pola tanam yang tepat," katanya, Rabu (24/9/2014).

Ia menjelaskan pola tanam yang dianjurkan dinas tidak semua wilayah sama, namun berbeda tergantung kondisi.

Ia menjelaskan dari lahan pertanian seluas sekitar 15.000 hektare terbagi dalam pola tanam padi-padi-padi, padi-padi-palawija, dan padi-palawija-palawija.

"Misalnya dalam kondisi kemarau seperti ini petani di wilayah ini tidak dianjurkan menanam padi, namun kenyataannya para petani tidak melakukan itu, sehingga memang ada kekhawatiran bila tidak segera turun hujan ada masalah," katanya.

Ia mengatakan pola tanam yang tidak sesuai itu, selain mengancam kekeringan lahan pertanian tersebut, juga mengakibatkan penurunan suplai air ke daerah hilir atau lahan pertanian yang lebih rendah, sehingga berdampak pada irigasi pertanian lainnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis