Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Harianjogja.com, SLEMAN-Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Julisetiono Dwi Wasito, mengimbau masyarakat Sleman mewaspadai kemungkinan datangnya angin kencang.
Jika terjadi angin kencang, masyarakat diminta tetap berada di dalam rumah.
“Dalam upaya penyelematan diri, jangan berkumpul di tengah tanah lapang karena justru berpotensi terjadi pusaran angin. Jadi lebih baik di dalam rumah saja,” kata Juli, Kamis (25/9/2014).
Menurut Juli, hampir semua wilayah di Sleman berpotensi angin kencang. “Untuk mengurangi risiko bencana, pohon yang sudah tua dan lapuk bisa dipangkas atau ditebang,” imbuhnya kemudian.
Pada musim panca roba, masyarakat juga diminta mulai memperhatikan daerah lain yang mungkin sudah diserang angin kencang.
“Saya amati, udara saat sore sudah mulai lembab, mungkin sudah ada yang turun hujan. Antisipasi saja kalau daerah lain sudah ada angin kencang, kondisi itu juga bisa mempengaruhi wilayah kita,” papar Juli.
Sementara itu, masih ada beberapa potensi bencana lain yang patut diwaspadai masyarakat Sleman. “Selain angin kencang, masih ada erupsi, banjir lahar hujan, kekeringan, tanah longsor, gempa, dan kebakaran,” ungkap Juli.
Menurut Juli, salah satu bencana alam yang masih tidak bisa dideteksi adalah gempa bumi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AC Milan gagal lolos Liga Champions usai kalah 1-2 dari Cagliari pada pekan terakhir Liga Italia 2025/2026 di San Siro.
Manchester United menutup musim Liga Inggris 2025/2026 dengan kemenangan 3-0 atas Brighton dan memastikan tiket Liga Champions.
DPAD DIY mengedukasi masyarakat pentingnya arsip sebagai aset berharga dan bukti hukum melalui kampanye sadar arsip sejak dini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.