PILKADA LANGSUNG BERAKHIR : Paguyuban Dukuh Bantul Anggap DPR RI Melukai Hati Rakyat

Sabtu, 27 September 2014 07:20 WIB
PILKADA LANGSUNG BERAKHIR : Paguyuban Dukuh Bantul Anggap DPR RI Melukai Hati Rakyat

Rapat Paripurna DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/9/2014), menyisakan banyak kursi kosong. Menjelang akhir masa jabatan, sebanyak 272 anggota DPR tidak hadir meski rapat paripurna mengagendakan pengambilan keputusan tentang calon anggota BPK, calon hakim agung dan pengesahan RUU Perasuransian. Sebagian besar legislator yang tak lagi terpilih dalam Pemilu 2014, kini tampak enggan menghadiri aktivitas lembaga legislatif itu. (JIBI/Solopos/Antara/Puspa Perwitasari)

Harianjogja.com, BANTUL- Paguyuban Dukuh (Pandu) Bantul menilai RUU Pilkada yang telah disahkan alot di DPR RI dan dimenangkan kubu Koalisi Merah Putih (KMP) dengan sistem pilkada tak langsung telah melukai hati rakyat.

"Ini pertanda matinya kedaulatan rakyat. Hak pilih rakyat diberangus dan diserahkan ke segelintir partai politik untuk menentukan pemimpin daerah," ucap Ketua Pandu Bantul Sulistya Admojo, Jumat (26/9/2014).

Menurutnya, pilkada tidak langsung menempatkan rakyat sekadar menjadi penonton. Ia pesimistis pilihan anggota legislatif memilih kepala daerah merupakan representasi dari kehendak rakyat yang diwakili.

"Ini artinya rakyat harus dipaksa menggunakan "baju" yang belum tentu cocok diberikan parpol. Kepala daerah independen pun harus otomatis hilang," katanya.

Dia mendesak untuk segera dilakukan uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai jalur merebut kembali kedaulatan rakyat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online