Tak Hanya Berbagi, Ini Pelajaran dari Kurban untuk Anak TK

Rima Sekarani
Rima Sekarani Selasa, 07 Oktober 2014 19:20 WIB
Tak Hanya Berbagi, Ini Pelajaran dari Kurban untuk Anak TK

Harianjogja.com, SLEMAN-Sembilan siswa Taman Kanak-kanak Islam Terpadu (TKIT) Yasmin Muadz Bin Jabal Sleman mewakili teman-temannya mengantarkan paket daging kurban kepada warga yang membutuhkan di sekitar sekolah, Selasa (7/10/2014).

Kegiatan tersebut mengajarkan kepada siswa tentang indahnya berbagi.

Anak-anak yang rata-rata berusia lima dan enam tahun itu berlarian keluar sekolah. Beberapa guru mendampingi dan membimbing mereka menuju rumah-rumah warga penerima daging kurban di sekitar Dusun Kalakijo, Triharjo, Sleman.

Karena terlalu bersemangat, Vyan, 6, seorang siswa TK B sampai terjatuh. Namun, dia tidak menangis dan langsung bangkit kembali. “Hati-hati, ya,” kata seorang guru pada Vyan, sambil membantunya berdiri.

Setiap warga yang menerima, selalu menyambut anak-anak dengan senang. Suwardi, 73, bahkan sampai memanjatkan doa bagi anak-anak yang pagi itu datang ke rumahnya.

“Saya doakan supaya jadi anak yang pandai, soleh dan solehah, serta berguna bagi bangsa dan negara,” ucap Suwardi setelah menerima daging.

Sejak sebulan sebelumnya, setiap anak diajak berinfak minimal Rp1.000 per hari. “Ternyata setiap hari hampir tidak ada yang infaknya hanya Rp1.000. Sebulan terkumpul Rp2,1 juta dan lalu kami belikan kambing,” ucap Musiyam, Kepala TKIT Yasmin Muadz Bin Jabal Sleman.

Usai menyaksikan proses penyembelihan kambing, lanjut Musiyam, anak-anak dikenalkan sekilas tentang anatomi kambing. “Kita perlihatkan dan jelaskan apa saja organ yang ada di perut kambing,” terang Musiyam.

Anak-anak sengaja tidak dilibatkan dalam proses pemotongan daging. Pisau tajam dinilai berbahaya bila mereka gunakan. Sebagai gantinya, guru-guru dan orang tua lah yang memotong daging, membagi dalam beberapa paket, dan memasak sisanya untuk makan siang.

Nesya, 5, siswa TK A, langsung menggelengkan kepala begitu ditanya soal keikutsertaannya dalam pemotongan daging. “Nggak boleh. Tadi ustadah [guru perempuan] yang memotong dan masukin dagingnya,” katanya.

Kegiatan serupa rutin dilakukan TKIT Yasmin Muadz Bin Jabal Sleman setiap tahun. “Kami ingin mengenalkan salah satu ibadah Islam, yaitu berkurban. Harapannya, ketika anak-anak sudah dewasa dan berpenghasilan, mereka punya keinginan untuk berkurban,” ujar Musiyam.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online