Kebakaran Lahan Dekat Tol Semarang-Solo, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Gardu pandang di sebuah Pohon Cemara menjadi spot favorit para pengunjung untuk berfoto dengan berlatar pemandangan Waduk Sermo dari atas Desa Wisata Kalibiru, Minggu (21/9/2014). (JIBI/Harian Jogja/Holy Kartika N.S)
Harianjogja.com, KULONPROGO–Potensi wisata di Kulonprogo mulai dilirik wisatawan lokal dan luar daerah. Namun sayangnya, untuk menjangkau sejumlah objek wisata, papan penunjuk jalan dibuat terlalu sederhana dan masih sangat minim jumlahnya. Salah satunya menuju Desa Wisata Kalibiru.
“Papan penunjuk jalan ke Desa Wisata Kalibiru memang sudah ada, tapi jumlahnya baru sedikit dan jaraknya baru sekitar dua kilometer sampai tiga kilometer dari lokasi,” ujar Pengelola Desa Wisata Kalibiru, Sujono, baru-baru ini.
Jono memaparkan, papan penunjuk arah sangat penting bagi wisatawan agar dapat menjangkau objek wisata yang ada di Kulonprogo. Dia menambahkan, apalagi tidak semua objek wisata berada di lokasi yang mudah dijangkau.
Minimnya papan penunjuk arah, bahkan seringkali dikeluhkan wisatawan yang akan berkunjung ke objek wisata tersebut.
“Kalau dulu sebelum Kalibiru dikenal, papan penunjuk arah yang ada itu sudah cukup. Tapi semakin lama objek wisata itu terus dikenal dan banyak dikunjungi orang. Kami sudah berupaya untuk meminta kepada Dinas Pariwisata Kulonprogo, tapi belum tahu kapan bisa direalisasikan. Untuk itu kami mencoba mengupayakannya sendiri,” papar Jono.
Saat ini pengelola Desa Wisata Kalibiru tengah mengupayakan pembuatan papan penunjuk arah. Papan penunjuk arah yang baru terpasang baru di wilayah Clereng dan Waduk Sermo.
“Namun, yang paling krusial saat ini ada di perempatan Pengasih. Terkadang pengunjung yang berangkat dari daerah itu masih sangat kesulitan untuk mencapai Kalibiru. Rencananya akan kami buat semacam banner. Sebenarnya kami ingin memasang baliho, tapi setelah dihitung dananya juga tidak cukup,” jelas Jono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Klasemen Super League 2026/2027 usai pekan pertama menempatkan Arema FC di puncak, Persib kedua dan Persija keenam.
Honda BeAT hingga Yamaha NMAX termasuk skutik bekas dengan pasar kuat. Simak kisaran harga dan cara menjaga nilai jualnya.
Huawei Mate XT2 resmi meluncur dengan chip Kirin 9050 Pro dan harga hingga Rp65,7 juta. Penjualan dimulai 12 September 2026.
Tren baju sekali pakai untuk liburan di China viral. Murah dan praktis, tetapi memicu kekhawatiran soal sampah tekstil.
IBI DIY memiliki 4.258 anggota. Pada HUT ke-75, bidan menegaskan komitmen memperkuat kesehatan ibu, bayi, dan generasi emas 2045.