Local to Viral, Budaya Lokal Didorong Jadi Pengalaman yang Menarik
Budaya lokal dinilai bisa menjadi pembeda kuat di tengah tren wisata dan pengalaman yang semakin seragam. Namun, agar mampu menarik perhatian generasi saat ini,
IBI DIY memiliki 4.258 anggota. Pada HUT ke-75, bidan menegaskan komitmen memperkuat kesehatan ibu, bayi, dan generasi emas 2045. /Istimewa.
Harianjogja.com, SLEMAN— Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Pengurus Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memiliki 4.258 anggota yang siap memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Generasi Emas 2045.
Kekuatan tersebut ditegaskan dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 IBI sekaligus International Day of the Midwife (IDM) 2026 yang digelar di Kabupaten Sleman, Senin (7/9/2026). Peringatan tahun ini mengusung tema nasional dan global One Million More Midwives.
Ketua PD IBI DIY Henny, mengatakan jumlah anggota tersebut merupakan kekuatan besar bagi organisasi profesi bidan. Data itu telah diverifikasi berdasarkan keanggotaan yang tercatat melalui KTA online dan Surat Tanda Registrasi (STR).
"Saat ini, Ikatan Bidan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki 4.258 anggota. Ini sesungguhnya merupakan kekuatan besar bagi organisasi kita. Data tersebut berdasarkan keanggotaan yang tercatat melalui KTA online dan STR," ujar Dr. Henny dalam sambutannya.
Menurut dia, IBI DIY tidak hanya menjalankan fungsi organisasi profesi, tetapi juga siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Bidan didorong berperan dalam upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), serta prevalensi stunting.
"Izinkan kami menyampaikan bahwa anggota Ikatan Bidan Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta adalah pasukan yang kuat dan siap bergerak. Bapak Sekda, Bapak Kepala Dinas Kesehatan, serta Bapak dan Ibu stakeholder terkait, kami siap untuk terus bersinergi, berkolaborasi, dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat," tegasnya.
Pengabdian Bidan dari Hulu hingga Hilir
Henny menjelaskan, rangkaian HUT ke-75 IBI DIY telah berjalan sejak awal 2026. Berbagai kegiatan dilakukan sebagai bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat maupun penguatan kapasitas organisasi.
Bidan di DIY terlibat dalam posko kesehatan mudik dan balik Lebaran. Selain itu, mereka menjalankan bakti sosial pelayanan Keluarga Berencana (KB) pascapersalinan bersama BKKBN DIY serta pelaksanaan imunisasi serentak yang terintegrasi di seluruh kabupaten/kota.
Penguatan organisasi juga dilakukan melalui anjangsana, tabur bunga, seminar ilmiah, lomba kinerja manajemen pengurus cabang, hingga penataan standardisasi Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) melalui branding Bidan 5.
Peran bidan di DIY juga berkembang hingga ranah kepemimpinan publik. Sejumlah bidan dipercaya menduduki posisi strategis dalam pemerintahan dan pelayanan kesehatan.
"Di antara para bidan di DIY, ada yang mendapat amanah sebagai Kepala Puskesmas. Ada yang menjalankan tugas sebagai Panewu. Ada pula yang mendapatkan amanah sebagai Lurah Desa, serta menduduki berbagai posisi strategis lainnya," jelas Henny.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman Abubakar yang hadir mewakili Bupati Sleman, turut mengapresiasi kontribusi IBI. Ia menyoroti jumlah anggota IBI yang cukup besar, terutama di Kabupaten Sleman.
Menurut Abubakar, jumlah anggota IBI di Sleman mencapai sekitar 1.000 bidan. Sementara itu, secara keseluruhan terdapat sekitar 4.000 bidan di wilayah DIY, sejalan dengan data keanggotaan IBI DIY yang mencapai 4.258 orang.
"Anggota IBI di Kabupaten Sleman jumlahnya sekitar seribu bidan, ya Bu? Seribu bidan. Luar biasa. Dan untuk Daerah Istimewa Yogyakarta jumlahnya sekitar empat ribu bidan. Ini luar biasa sekali. Saya sampai bercanda, kalau jumlahnya sebanyak ini, bisa jadi seperti partai politik sendiri, partai politik para bidan," seloroh Abubakar.
Ia mengingatkan agar besarnya kekuatan organisasi tersebut tetap diarahkan untuk kepentingan masyarakat. Semangat pengabdian, menurutnya, selaras dengan falsafah Jawa Sepi ing pamrih, rame ing gawe.
"Ada sebuah falsafah Jawa yang sangat relevan dengan semangat pengabdian seorang bidan, yaitu Sepi ing pamrih, rame ing gawe. Dalam bekerja dan mengabdi, kita hendaknya tidak semata-mata mengejar kepentingan pribadi, tetapi lebih mengutamakan manfaat dan pengabdian bagi sesama," tutur Abubakar sembari menyampaikan pesan Bupati Sleman agar IBI tidak ragu berkoordinasi jika menghadapi tantangan tugas.
Bidan Jadi Penjaga Masa Depan Bangsa
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Gregorius Anung Trihadi menilai keberadaan ribuan bidan memiliki posisi penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Peran tersebut tidak berhenti pada pelayanan kesehatan, tetapi berkaitan dengan masa depan generasi yang dilahirkan dan dibesarkan.
"Izinkan saya membuka sambutan ini dengan sebuah pepatah Jawa: Sapa nandur bakal ngundhuh. Siapa yang menanam, dialah yang kelak akan memetik hasilnya. Selama 75 tahun, Ikatan Bidan Indonesia telah menanam begitu banyak kebaikan," paparnya.
Ia menekankan bahwa bidan perlu melihat cakupan pengabdiannya secara lebih luas. Pelayanan kepada ibu dan bayi dinilai memiliki dampak langsung terhadap keberlanjutan kualitas keluarga dan generasi mendatang.
"Jangan hanya melihat diri kita sebagai pemberi pelayanan kesehatan. Lihatlah diri kita sebagai penjaga masa depan bangsa. Ketika seorang bidan menyelamatkan seorang ibu, sesungguhnya ia sedang menyelamatkan sebuah keluarga. Ketika seorang bidan memastikan seorang bayi lahir dengan sehat, sesungguhnya ia sedang menjaga masa depan bangsa," pungkasnya.
Peringatan HUT ke-75 IBI DIY dengan tema One Million More Midwives tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa organisasi profesi bidan memiliki peran strategis dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Dengan 4.258 anggota, IBI DIY menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengawal peningkatan kesehatan ibu, bayi, serta kualitas generasi Indonesia menuju 2045.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Budaya lokal dinilai bisa menjadi pembeda kuat di tengah tren wisata dan pengalaman yang semakin seragam. Namun, agar mampu menarik perhatian generasi saat ini,
September 2026 diramaikan peluncuran HP baru. Ada iPhone 18 Pro, Xiaomi 18 Fold, Vivo X500, Oppo Find X10 dan iQOO 16.
Erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan dan membuat sejumlah bandara ditutup. Kedubes AS mengingatkan warganya meningkatkan kewaspadaan.
Satu bakal calon lurah dari Monggol absen dalam tes tambahan di Gunungkidul. Seleksi diikuti 15 peserta dari Monggol dan Sampang.
Klasemen Super League 2026/2027 usai pekan pertama menempatkan Arema FC di puncak, Persib kedua dan Persija keenam.
Honda BeAT hingga Yamaha NMAX termasuk skutik bekas dengan pasar kuat. Simak kisaran harga dan cara menjaga nilai jualnya.