Kemantren Pakualaman Masuk 10 Besar Kinerja Perangkat Pemkot Jogja
Kemantren Pakualaman masuk 10 besar kinerja perangkat daerah Kota Jogja dengan peringkat kesembilan dan terbaik di antara 14 kemantren.
Ilustrasi pelayanan kesehatan - ist/Kemenkes
Harianjogja.com, JOGJA— Tak semua pasien dapat datang langsung ke rumah sakit ketika membutuhkan layanan kesehatan. Menjawab kondisi tersebut, RSUD Kota Jogja menghadirkan layanan Home Care berbasis rumah sakit dengan mendatangkan tenaga kesehatan langsung ke kediaman pasien.
Direktur RSUD Kota Jogja dr. Ariyudi Yunita mengatakan layanan ini terutama menyasar masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas. Lansia yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkala termasuk kelompok yang menjadi sasaran layanan tersebut.
"Layanan kesehatan tidak hanya menunggu pasien datang ke rumah sakit, tetapi juga dapat kita hadirkan langsung di rumah pasien," kata Ariyudi, dikutip Selasa (24/8/2026).
Layanan Keperawatan Bisa Dilakukan di Rumah
Home Care RSUD Kota Jogja menyediakan sejumlah layanan keperawatan yang dapat dilakukan di kediaman pasien. Jenis pelayanan tersebut mencakup perawatan luka, penggantian kateter, pemasangan maupun penggantian NGT, pemberian terapi injeksi, serta pelayanan untuk ibu dan bayi.
Pasien juga dapat memperoleh kunjungan dokter melalui layanan tersebut. Konsultasi dengan dokter spesialis turut disediakan apabila kondisi pasien membutuhkan penanganan atau pemantauan lebih lanjut.
Namun, kunjungan tenaga kesehatan tidak dilakukan begitu saja tanpa penilaian kondisi pasien. RSUD Kota Jogja terlebih dahulu melakukan pendataan dan skrining kesehatan, kemudian memverifikasi kondisi pasien sebelum menentukan jadwal kunjungan.
"Layanan Home Care kami lakukan melalui tahapan yang terstruktur agar kunjungan dan pelayanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi pasien," ujarnya.
RSUD Koordinasi dengan Puskesmas hingga Kader Kesehatan
Dalam pelaksanaan Home Care, RSUD Kota Jogja melibatkan sejumlah pihak di tingkat wilayah. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kota Jogja, puskesmas, pemerintah kelurahan hingga kader kesehatan.
Koordinasi tersebut dilakukan agar masyarakat yang membutuhkan layanan dapat teridentifikasi dan memperoleh pelayanan kesehatan di rumah.
Program Home Care RSUD Kota Jogja memiliki dua skema pelayanan. Skema pertama adalah Home Care CSR yang diperuntukkan bagi lansia dengan keterbatasan fungsional di wilayah tertentu.
Sementara itu, skema kedua adalah Home Care Bisnis yang ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan di rumah secara mandiri.
Perluas Akses Pelayanan Kesehatan
RSUD Kota Jogja menilai pendekatan berbasis rumah menjadi bagian dari upaya rumah sakit memperluas akses pelayanan kesehatan. Dengan skema tersebut, dukungan medis tidak hanya diberikan ketika pasien berada di fasilitas kesehatan, tetapi juga dapat hadir lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal pasien.
"Layanan kesehatan tidak hanya menunggu pasien datang ke rumah sakit, tetapi juga dapat kita hadirkan langsung di rumah pasien," kata Ariyudi.
Ariyudi berharap layanan tersebut membuat akses kesehatan semakin mudah bagi masyarakat dan lebih responsif terhadap kebutuhan pasien.
"Harapannya, pelayanan kesehatan menjadi semakin mudah dijangkau, lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan semakin dekat dengan pasien," kata Ariyudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemantren Pakualaman masuk 10 besar kinerja perangkat daerah Kota Jogja dengan peringkat kesembilan dan terbaik di antara 14 kemantren.
BPBD DIY menyiapkan dukungan anggaran menghadapi puncak kekeringan Agustus-September 2026. Gunungkidul sudah salurkan 484 tangki air.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebut kabut asap karhutla mulai mereda. Transportasi darat, laut, dan udara di Kalimantan tetap beroperasi.
Rencana regrouping SDN Hargomulyo dengan SDN Banjaran ditolak warga. Disdikpora Kulonprogo akan meninjau ulang kebijakan tersebut.
GAIA Cosmo Hotel Yogyakarta berharap aksi solidaritas tersebut dapat menginspirasi lebih banyak pihak, baik dari sektor swasta maupun masyarakat luas
Apindo dan buruh menyebut sebagian besar substansi RUU Ketenagakerjaan telah selaras dan mendorong aturan yang menciptakan lapangan kerja.