Bioskop Rakyat Rp10.000 Diusulkan Hadir hingga Kelurahan di DIY
DPRD DIY mengusulkan Bioskop Rakyat Rp10.000 diperluas hingga kemantren, kapanewon dan kelurahan untuk pemerataan akses film.
Ilustrasi pelayanan kesehatan - ist/Kemenkes
Harianjogja.com, JOGJA— Tak semua pasien dapat datang langsung ke rumah sakit ketika membutuhkan layanan kesehatan. Menjawab kondisi tersebut, RSUD Kota Jogja menghadirkan layanan Home Care berbasis rumah sakit dengan mendatangkan tenaga kesehatan langsung ke kediaman pasien.
Direktur RSUD Kota Jogja dr. Ariyudi Yunita mengatakan layanan ini terutama menyasar masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas. Lansia yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara berkala termasuk kelompok yang menjadi sasaran layanan tersebut.
"Layanan kesehatan tidak hanya menunggu pasien datang ke rumah sakit, tetapi juga dapat kita hadirkan langsung di rumah pasien," kata Ariyudi, dikutip Selasa (24/8/2026).
Layanan Keperawatan Bisa Dilakukan di Rumah
Home Care RSUD Kota Jogja menyediakan sejumlah layanan keperawatan yang dapat dilakukan di kediaman pasien. Jenis pelayanan tersebut mencakup perawatan luka, penggantian kateter, pemasangan maupun penggantian NGT, pemberian terapi injeksi, serta pelayanan untuk ibu dan bayi.
Pasien juga dapat memperoleh kunjungan dokter melalui layanan tersebut. Konsultasi dengan dokter spesialis turut disediakan apabila kondisi pasien membutuhkan penanganan atau pemantauan lebih lanjut.
Namun, kunjungan tenaga kesehatan tidak dilakukan begitu saja tanpa penilaian kondisi pasien. RSUD Kota Jogja terlebih dahulu melakukan pendataan dan skrining kesehatan, kemudian memverifikasi kondisi pasien sebelum menentukan jadwal kunjungan.
"Layanan Home Care kami lakukan melalui tahapan yang terstruktur agar kunjungan dan pelayanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi pasien," ujarnya.
RSUD Koordinasi dengan Puskesmas hingga Kader Kesehatan
Dalam pelaksanaan Home Care, RSUD Kota Jogja melibatkan sejumlah pihak di tingkat wilayah. Koordinasi dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kota Jogja, puskesmas, pemerintah kelurahan hingga kader kesehatan.
Koordinasi tersebut dilakukan agar masyarakat yang membutuhkan layanan dapat teridentifikasi dan memperoleh pelayanan kesehatan di rumah.
Program Home Care RSUD Kota Jogja memiliki dua skema pelayanan. Skema pertama adalah Home Care CSR yang diperuntukkan bagi lansia dengan keterbatasan fungsional di wilayah tertentu.
Sementara itu, skema kedua adalah Home Care Bisnis yang ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan di rumah secara mandiri.
Perluas Akses Pelayanan Kesehatan
RSUD Kota Jogja menilai pendekatan berbasis rumah menjadi bagian dari upaya rumah sakit memperluas akses pelayanan kesehatan. Dengan skema tersebut, dukungan medis tidak hanya diberikan ketika pasien berada di fasilitas kesehatan, tetapi juga dapat hadir lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal pasien.
"Layanan kesehatan tidak hanya menunggu pasien datang ke rumah sakit, tetapi juga dapat kita hadirkan langsung di rumah pasien," kata Ariyudi.
Ariyudi berharap layanan tersebut membuat akses kesehatan semakin mudah bagi masyarakat dan lebih responsif terhadap kebutuhan pasien.
"Harapannya, pelayanan kesehatan menjadi semakin mudah dijangkau, lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan semakin dekat dengan pasien," kata Ariyudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD DIY mengusulkan Bioskop Rakyat Rp10.000 diperluas hingga kemantren, kapanewon dan kelurahan untuk pemerataan akses film.
Realisasi Dana Desa Sleman 2026 tercatat 51,97% per 8 Oktober. DPMK menyebut masih banyak realisasi di lapangan yang belum diinput.
Kajari Konawe Fachrizal ditangkap Kejati Sultra terkait dugaan penyalahgunaan wewenang. Kasusnya kini diserahkan ke Kejagung untuk diperiksa.
Kabupaten Magelang mengukuhkan 20 dewan hakim untuk menilai 443 peserta MTQ, MQK, dan Festival Rebana 2026.
Bamsoet menegaskan hasil Pilpres 2024 tetap sah setelah putusan MK terkait Gibran. Ia meminta putusan dan proses selanjutnya dihormati.
Sebanyak 29.493 siswa di 90 sekolah Kulonprogo mengikuti Pemilos serentak berbasis E-Voting sebagai pendidikan demokrasi dan politik awal.