Ini Cara Sleman Hadapi MEA 2015

Rima Sekarani
Rima Sekarani Jum'at, 10 Oktober 2014 15:20 WIB
Ini Cara Sleman Hadapi MEA 2015

Salak pondoh yang merupakan buah khas Sleman akan segera dipatenkan.(google.news)

Harianjogja.comSLEMAN—Bupati Sleman, Sri Purnomo optimistis masyarakat Sleman mampu menghadapi persaingan pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 mendatang. Meski demikian, Pemkab Sleman terus mendorong kepada petani dan pelaku usaha olahan bahan pangan agar terus meningkatkan kualitas produk.

Masyarakat diharapkan semakin kreatif dan inovatif dalam mengolah dan mengemas hasil bumi Sleman.

“Pertanian masih jadi andalan utama. Potensinya sudah ada, tinggal bagaimana agar penyajian dan pemasarannya lebih menarik konsumen,” kata Sri Purnomo seusai menghadiri acara Peringatan Hari Pangan Sedunia di Halaman Kantor Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman, Kamis (9/10/2014) siang.

Sri Purnomo juga mengungkapkan, melalui intensifikasi dan diversifikasi pertanian, ketahanan pangan Sleman bisa dipertahankan, setidaknya hingga 20 tahun mendatang.

“Tapi, produk hasil pertanian juga harus dikembangkan. Pemerintah juga sudah berusaha memberikan berbagai pelatihan,” ujarnya.

Sri Purnomo mengapresiasi berbagai produk olahan bahan pangan, baik yang dijual maupun yang dilombakan hari itu.

“Kalau sudah bisa dipamerkan, harus ada kelanjutannya. Jangan hanya saat pameran saja jualannya,” kata Sri Purnomo.

Kepala DPPK Sleman, Widi Sutikno, juga mendorong para petani agar berinovasi mengembangkan produk pangan lokal.

“Tentu kita semua ingin membangun kemandirian pangan dan meningkatkan daya saing berbasis sumberdaya lokal untuk menghadapi MEA,” kata Widi.

Widi mengungkapkan setidaknya ada tiga kunci utama untuk menghadapi MEA. “Kita berusaha meningkatkan mutu produk yang akan dijual, kemasannya dibuat lebih menarik, dan juga memperbaiki sistem pemasarannya,” katanya memaparkan.

Berbagai perlombaan pengolahan hasil pangan yang diselenggarakan DPPK bertujuan meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengembangkan produk pangan lokal. Hal ini diharapkan bisa menambah citra dan nilai produk pangan lokal unggulan sehingga mampu bersaing di pasar bebas. Selain itu, ia berharap masyarakat yang hadir dalam Peringatan Hari Pangan Sedunia bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk membangun jaringan usaha.

Potensi unggulan Kabupaten Sleman

Potensi Komoditi Pertanian


  • Salak Pondoh :  Di kecamtan Tempel, Turi dan Pakem.

  • Mendong : Kecamatan Minggir

  • Sapi potong : Seluruh kecamatan di Sleman

  • Kambing/Domba : Seluruh kecamatan di Sleman. Khusus kambing PE di Kecamatan Turi, Pakem dan Berbah

  • Lele : kecamatan Moyudan, Gamping, Godean, Seyegan, Minggir


Potensi industri

  • Sarung tangan kulit golf

  • Mebel Kayu

  • Kerajinan kayu


Potensi Wisata
Tersebar di seluruh kecamatan di Sleman

Sumber : Pemkab Sleman

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online