Alokasi Gas Elpiji Tidak Dipangkas, Mengapa Pasokan ke Pangkalan Berkurang?

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Sabtu, 11 Oktober 2014 00:20 WIB
Alokasi Gas Elpiji Tidak Dipangkas, Mengapa Pasokan ke Pangkalan Berkurang?

JIBI/Solopos/Burhan Aris Nugraha Pemilik pangkalan elpiji menata tabung 3kg kosong di pangkalan elpiji Sejahtera Jaya Mandiri, Nusukan, Solo, Rabu (12/2). Pertamina menggelontor extra droppng elpiji 3kg pada Rabu (12/2) sebanyak 6.160 tabung untuk wilayah Solo. Hal itu menyusul meningkatnya permintaan masyarakat yang menyebabkan kekosongan elpiji bersubsidi di pangkalan dan pengencer

Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul memastikan tidak ada pemangkasan alokasi gas elpiji 3 Kg ke wilayah ini. Menyusul berkurangnya pasokan gas yang dikeluhkan pemilik pangkalan elpiji di Bantul.

Kepala Disperindagkop Bantul Sulistyanta menyatakan, tidak ada kebijakan mengenai pemangkasan yang disampaikan PT. Pertamina ke Pemkab Bantul.

Ihwal berkurangnya pasokan gas ke pangkalan menurutnya karena terganggunya pengiriman gas dari kilang minyak di Cilacap, Jawa Tengah ke DIY. Akibatnya, stok gas elpiji 3 Kg di agen yang dikirim ke pangkalan habis.

“Katanya pengiriman dari Cilacap terganggu. Entah terganggunya karena apa, Pertamina tidak menjelaskan,” ujar Sulistyanta, Rabu (8/10/2014).

Bila pengiriman barang sudah lancar, ia memastikan pasokan gas ke wilayah ini akan kembali normal. Sesuai pasokan normal, dalam sehari Pertamina memasok sebanyak 23.000 tabung gas elpiji ke Bantul.

Selain disebabkan gangguan pengiriman, Sulistyanta juga menduga, berkurangnya pasokan gas ke pangkalan akibat dampak beralihnya konsumen gas 12 Kg ke gas 3 Kg setelah harga gas non subsidi itu naik beberapa waktu lalu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis