Petani DIY Diminta Tak Jual Sawahnya

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Sabtu, 11 Oktober 2014 01:20 WIB
Petani DIY Diminta Tak Jual Sawahnya

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Petani menyiangi tanaman padi di areal perasawahan di Pundong, Bantul, DI. Yogyakarta, Kamis (02/01/2014). Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menyampaikan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) DIY pada Desember 2013 mencapai angka 103,15 atau mengalami penurunan sebesar 0,57% dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya. Sedang harga gabah kualitas GKP sebesar Rp 4.556 per kilogram di tingkat petani, atau turun 3,71% dari bulan sebelumnya.

Harianjogja.com, JOGJA- Serikat Petani Indonesia (SPI) Daerah Istimewa Yogyakarta berharap para petani tidak mudah menjual lahan sawahnya kepada para pengembang guna mendukung ketahanan pangan di daerah setempat.

Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tri Haryono mengatakan maraknya penjualan lahan pertanian, antara lain seiring banyaknya para spekulan yang bermain untuk meninggikan harga tanah di berbagai wilayah pertanian di DIY.

"Kami khawatir lahan pertanian beralih menjadi projek properti," kata dia, Kamis (9/10/2014).

Hingga saat ini, kata dia, penjualan lahan pertanian yang mendorong alih fungsi lahan menjadi lahan perumahan, perhotelan, atau lahan usaha lainnya di DIY mencapai 200--300 hektare per tahun.

Dari sejumlah daerah di provinsi itu, penyusutan lahan paling tinggi, kata dia, adalah Kabupaten Sleman.

Menanggulangi hal itu, menurut dia, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemprov DIY) perlu merumuskan kebijakan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani.

Dengan demikian, lanjut dia, para petani tidak serta-merta menjual lahannya karena terdesak persoalan ekonomi.

"Masalahnya, sampai saat ini mulai banyak petani yang berpikir bahwa daripada lahan kurang produktif, lebih baik dijual saja," kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis