Ada Lowongan untuk Penyandang Cacat di Job Fair UNY

Rabu, 15 Oktober 2014 06:55 WIB
Ada Lowongan untuk Penyandang Cacat di Job Fair UNY

JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto DIFABEL SOLORAYA-Seorang pengguna kursi roda menyeberang Jl Slamet Riyadi, Solo, Jumat (10/2). Sebanyak 85% difabel di Soloraya masih sebagai pekerja serabutan dan pengangguran akibat kurangnya pendampingan, pelatihan serta akses kehidupan.

Harianjogja.com, JOGJA - Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY menghadirkan nuansa berbeda dalam penyelenggaraan pameran bursa kerja atau job fair yang berlangsung di Auditorium UNY, Selasa (14/10/2014) hingga Kamis (16/10/2014).

Dalam job fair itu, penyandang difabel diberikan kesempatan untuk mendapatkan peluang kerja melalui stand-stand perusahaan yang ikut dalam job fair.

Bahkan, di antara 68 stand, panitia job fair menyediakan satu stand khusus untuk Pusat Rehabilitasi Yakkum, yayasan yang selama ini peduli terhadap para penyandang difabel.

Pusat Rehabilitasi Yakkum membuka stand dan berusaha memperlihatkan kompetensi yang dimiliki para penyandang difabel di tengah segala keterbatasan fisik mereka.

UNY dan Disnakertrans bekerjasama dengan Yakkum dalam kerangka memfasilitasi hak penyandang difabel untuk memperoleh pekerjaan sesuai kemampuannya.

Kepala Disnakertrans DIY Sigit Sapto Rahardjo menyatakan, sesuai Pasal 14 UU RI tahun 1997 tentang penyandang cacat, perusahaan negara dan swasta memberikan perlakuan dan kesempatan yang sama dengan memperkerjakan penyandang cacat sesuai dengan jenis dan derajat kecacatannya.

"Kami juga sudah sosialisasikan ke perusahaan-perusahaan di DIY ini agar minimal memiliki satu penyandang difabel yang memiliki keahlian kerja. Dengan begitu, maka mereka bisa memperoleh peluang kerja meski mengalami keterbatasan fisik," ujar Sigit dalam sambutan pembukaan acara itu, Selasa (14/10/2014).

Adanya kesempatan kaum difabel bisa terlibat dalam job fair mendatangkan apresiasi dari Pusat Rehabilitasi Yakkum.
Ketua Pusat Rehabilitasi Yakkum Arshinta mengaku begitu terharu saat anak-anak didiknya diperkenankan untuk mendapatkan peluang kerja lewat bursa kerja ini.

"Pada Agustus lalu kami sengaja mengungkapkan keinginan kami agar anak-anak difabel ini juga dilibatkan dalam momen menangkap peluang kerja. Ternyata harapan itu terkabul," ujar Arshinta dalam kesempatan terpisah.

Pada kesempatan ini Yakkum membawa beberapa anak asuh yang telah mandiri dengan usahanya. Penyandang difabel yang dibawa antara lain, Trimah yang telah memiliki usaha batik tulis dengan merk Batik Samparan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online