Hari Pertama Pimpin BGN, Sudaryono Minta Tinggalkan Persoalan Hukum
Sudaryono meminta jajaran BGN fokus membenahi tata kelola MBG dan tidak larut dalam persoalan hukum yang tengah diproses aparat.
Ilustrasi Pajak (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Harianjogja.com, JOGJA-Patut diakui pajak kendaraan merupakan penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar di DIY. Kendati demikian, pembatasan kendaraan untuk menekan laju pertumbuhan transportasi tetap dapat dilakukan.
Kepala Bidang Anggaran dan Pendapatan Dinas Pengelolaan Pendatpatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) DIY Gamal Suwantoro mengatakan dari total PAD Rp1,3 triliun, pajak kendaraan bermotor menyumbang 80%.
Kendati demikian, ia sepakat jika ada pembatasan kendaraan bermotor. Pembatasan itu, menurutnya, akan terjadi dengan sendirinya ketika layanan angkutan massal yang direncanakan dapat memuaskan masyarakat.
Gamal tak khawatir pendapatan daerah lantas berkurang. Menurutnya, pendapatan daerah dapat dikejar dari pendapatan lainnya, di antaranya pajak bahan bakar pada angkutan massal itu.
“Pajak bahan bakar per tahun baru Rp160 miliar. Kalau angkutan massal banyak yang memakai, tentu menambah pendapatan pajak itu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sudaryono meminta jajaran BGN fokus membenahi tata kelola MBG dan tidak larut dalam persoalan hukum yang tengah diproses aparat.
Kemendikdasmen menyebut perpanjangan pendaftaran TKA 2026 memberi waktu lebih bagi siswa untuk mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi impian.
PPATK mencatat LTKM sektor asuransi naik 89,13% pada semester I/2026. Pengamat menilai pengawasan yang semakin efektif menjadi salah satu penyebabnya.
Google menghentikan dukungan aplikasi Chrome secara bertahap hingga Oktober 2028. Simak jadwal penghentian dan dampaknya bagi pengguna ChromeOS.
Bantul menargetkan surplus beras 100.000 ton pada 2026 dengan perluasan tanam padi hingga 35.000 hektare meski konsumsi beras warga menurun.
Diskominfo Kulonprogo kini dipimpin oleh Bambang Sutrisno yang memiliki reputasi selama 30 tahun sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bamsut sapaan akrabnya memi