Hendak Tawuran, 12 Pelajar dan Pemuda Mageang Diringkus Polisi
Polresta Magelang menggagalkan dugaan tawuran pelajar di Ngluwar. Sebanyak 12 orang diamankan dan tiga celurit disita sebagai barang bukti.
Harianjogja.com, SLEMAN - Sebanyak 100 Taruna Tingkat IV Akademi Angkatan Udara (AAU) Jogja mengikuti Latihan Cakra Wahana Paksa (CWP) pekan lalu selama dua hari di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Gubernur AAU Marsda TNI Sugihardjo, mengatakan tujuan latihan adalah untuk memberi bekal kepada Taruna agar dapat memahami sejumlah aplikasi udara. Mulai dari operasi dukungan udara, praktek navigasi udara, Pengaturan Lalu Lintas Udara (PLLU). Makassar serta Kendari dipilih sebagai area latihan karena selain melaksanakan tugas pokok latihan, Taruna juga mendapatkan tugas tambahan yaitu melaksanakan promosi AAU.
"Sekaligus menjaga citra positif lembaga melalui display drum band AAU Gita Dirgantara," ungkapnya dalam, Minggu (19/10/2014).
Ia menambahkan, selain menampilkan display drumb band, Taruna AAU juga berkunjung ke beberapa SMA di Kota Kendari untuk mensosialisasikan tentang AAU. Kirab dan display Drumb Band AAU.
“Gita Dirgantara” merupakan salah satu media yang dilaksanakan oleh AAU untuk lebih mengenalkan AAU kepada masyarakat. Giat itu mendapatkan respon positif dari masyarakat Sulawesi Tenggara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Magelang menggagalkan dugaan tawuran pelajar di Ngluwar. Sebanyak 12 orang diamankan dan tiga celurit disita sebagai barang bukti.
Damkar Kulonprogo mengevakuasi ular koros sepanjang 1,5 meter yang ditemukan di gudang toko di Nagung, Wates saat aktivitas bersih-bersih.
KPDI ke-17 di UMY mendorong transformasi perpustakaan menghadapi era AI melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan literasi informasi.
Empat SPPG MBG di Sleman berstatus suspend per 3 Agustus 2026. Tiga menjalani renovasi, satu terkendala administrasi.
Residivis pencurian kembali ditangkap usai mencuri tas pengunjung swalayan di Jogja. Polisi mengungkap kerugian korban mencapai Rp4,8 juta.
Pengamat menilai target swasembada gula tidak cukup dicapai dengan mewajibkan industri rafinasi memiliki kebun tebu. Reformasi industri dinilai lebih penting.