Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp242 Miliar
Ilustrasi kekerasan terhadap anak (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Harianjogja.com, SLEMAN-Angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mengalami peningkatan. Namun, Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pemberdayaan Perempuan (KBPMPP) Kabupaten Sleman justru menganggapnya sebagai pertanda baik.
Badan KBPMPP Sleman mencatat, terdapat 76 kasus kekerasan yang ditangani Pusat Pelayanan Terpadu Penanganan Perempuan dan Anak(P2TP2A) Sleman per September 2014.
Meski masih tersisa tiga bulan lagi, angka tersebut sudah lebih tinggi dari jumlah kasus kekerasan tahun 2013 sebanyak 72 kasus.
Kepala Badan KBPMPP Sleman, Nurulhayah berpendapat, peningkatan angka kasus kekerasan tidak selalu berarti negatif.
“Itu justru menandakan sudah banyak yang sadar. Mereka berani melapor, baik ketika menjadi korban maupun saat mengetahui ada tindak kekerasan disekitarnya,” kata Nurul, ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/10/2014).
Nurul memaparkan, pihaknya terus melakukan sosialisasi agar masyarakat memahami berbagai bentuk kekerasan.
“Terdapat forum penanganan kekerasan perempuan dan anak. Kami juga mengenalkan undang-undang terkait perlindungan anak dan perempuan,” ungkap Nurul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Relokasi SDN Nglarang Sleman dimulai dengan pengurukan lahan hingga September. Sekolah terdampak proyek Tol Jogja-Solo.
Polemik ibadah di Bantul dimediasi polisi. Sultan minta warga jaga toleransi dan tidak terprovokasi isu.
Mahkamah Agung kurangi vonis Zaini Arony jadi 5 tahun penjara dalam kasus korupsi LCC. Ini rincian amar putusan kasasi.
DPRD Jogja soroti klitih yang berulang. Pemkot diminta kaji akar masalah remaja, tak hanya penindakan hukum.
Daftar lokasi Salat Iduladha 1447 H Muhammadiyah DIY tersebar di ribuan titik. Cek sebagian lokasi di Bantul, Sleman, dan Jogja.