Guyon Waton Guncang Sukoharjo, Konser Gratis!
Guyon Waton akan tampil gratis di konser Sukoharjo Spektakuler 18 Juli 2026. Diprediksi ribuan penonton hadir.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Pemkab Kulonprogo membangun tiga kawasan untuk merokok melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2014 senilai hampir Rp200 juta.
Kawasan khusus perokok akan ditempatkan di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kulonprogo, Sekretariat Daerah (Setda) Kulonporogo, dan Sekretariat DPRD (Setwan) Kulonprogo.
Pembangunan itu dilakukan seiring dengan pemberlakukan Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kulonprogo Agus Langgeng Basuki menuturkan pembangunan taman dilakukan di tiga kantor dengan pertimbangan tempat tersebut tidak hanya didatangi oleh pegawai saja, melainkan juga masyarakat umum.
Kawasan untuk merokok yang dimaksud, kata Langgeng, dalam bentuk taman terbuka yang dilengkapi dengan payung atau gazebo sehingga masyarakat perokok tetap nyaman.
"Bentuknya seperti taman sehingga asap rokok tidak berputar di ruangan tetapi langsung ke luar dan pembangunan dimulai tahun ini juga menggunakan APBDP," jelasnya, Minggu (26/10/2014).
Ia menyebutkan, anggaran yang digunakan untuk membangun tempat merokok sekitar Rp60-an juta per titik.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menambahkan rencana membangun tempat merokok sebagai bentuk menghargai hak masyarakat. "Jadi tidak melarang merokok, namun mengatur dan sudah ada solusinya melalui pembangunan tempat merokok," ujarnya.
Mulai 25 Oktober sampai 31 Oktober 2014, Bupati Kulonprogo diundang ke Barcelona untuk membicarakan persoalan pencemaran udara.
"Tidak hanya rokok, tetapi juga pencemaran udara yang diakibatkan hal-hal lain," ujar Hasto yang kini menjabat sebagai Ketua Aliansi Bupati Walikota dalam pengendalian tembakau dan penyakit akibat rokok.
Ia menilai, peluang pencemaran udara di Kulonprogo tinggi sejalan dengan maraknya pembangunan megaproyek. Harapannya, dapat ditemukan jalan keluar untuk mengatasi pencemaran udara tanpa meninggalkan pembangunan di Kulonprogo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guyon Waton akan tampil gratis di konser Sukoharjo Spektakuler 18 Juli 2026. Diprediksi ribuan penonton hadir.
ISEAI mengusulkan skema B50 lebih fleksibel melalui Dynamic Blending Policy untuk menekan risiko fiskal dan menjaga keberlanjutan program.
Plt Jampidsus Rudi Margono memastikan penanganan perkara korupsi tetap berjalan usai pengunduran diri Febrie Adriansyah.
Pemda DIY menilai Gunungkidul memiliki potensi besar mengembangkan wisata geopark, kakao, kopi, dan durian dengan prinsip keberlanjutan.
KPK merespons pelimpahan tiga perkara dugaan korupsi terkait Febrie Adriansyah ke Kejaksaan dan mengajak publik menghormati proses hukum.
KPK membuka peluang memeriksa suami Bupati Sukoharjo Etik Suryani dalam kasus dugaan pemerasan di Pemkab Sukoharjo.