Kronologi Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG, Mual Muntah
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
Harianjogja.com, KULONPROGO —Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan DIY membidik jaminan kecelakaan kerja untuk para penderes di wilayah Kulonprogo.
"Kami melihat di Kulonprogo banyak sekali tenaga kerja di sektor informal atau tenaga kerja bukan penerima upah. Paling besar adalah penderes kelapa, kami berencana untuk melirik sektor tersebut," ujar Manajer Marketing Officer BPJS Ketenagakerjaan DIY Eko Cahya Nugraha, baru-baru ini.
Cahya mengatakan, setiap pekerja memiliki hak untuk mendapatkan jaminan kecelakaan kerja. Begitu pula dengan penderes kelapa. Dia menambahkan, di wilayah Kulonprogo jumlah penderes kelapa cukup banyak.
Hal itu mengingat potensi perkebunan kelapa di kabupaten itu masih sangat luas dan banyak warga yang bermata pencaharian sebagai penderes nira atau gula kelapa.
"Pertimbangan kami adalah seluruh tenaga kerja memiliki hak untuk mendapatkan jaminan tersebut. Selain penderes ada juga tukang batu dan lain sebagainya," jelas Cahya.
Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kulonprogo Eko Pranyoto juga mengungkapkan, sosialisasi terkait jaminan tersebut sudah dilakukan. Menurut dia, saat ini ada lebih dari 4.000 penderes kelapa di kabupaten tersebut. Namun, jaminan kecelakaan kerja belum diterima oleh para penderes.
Menurut Eko, kendala yang dihadapi adalah pada penetapan iuran. Pasalnya, iuran yang dibebankan masih dianggap memberatkan. "Kalau dibandingkan dengan upah yang yang mereka terima, tentu saja tidak sebanding. Setelah kami hitung, masih sangat besar iurannya," papar Eko.
Lebih lanjut Eko mengatakan, asuransi kecelakaan sangat dibutuhkan para penderes. Tingginya tingkat resiko kecelakaan kerja yang dapat saja dialami penderes menjadikan jaminan kecelakaan kerja sangat berarti bagi para penderes. Eko menambahkan, jaminan sosial tersebut dapat turut serta menurunkan angka kemiskinan.
"Karena biasanya apabila kepala keluarga mendapatkan musibah kecelakaan kerja, maka hal itu akan berdampak pada ekonomi keluarganya. Apabila kepala keluarga meninggal atau cacat, maka secara otomatis ekonomi keluarga juga bisa jatuh," tandas Eko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
Fasilitas energi di Arab Saudi bagian selatan terbakar setelah serangan Houthi. Sebanyak 73 warga sipil dilaporkan terluka.
Ketua Tim Pengabdi USD, Haniek Sri Pratini, menjelaskan workshop tersebut bertujuan mengubah cara pandang terhadap sampah plastik di sekitar sekolah
Pelantikan 35 kepala sekolah di Kulonprogo membuat defisit guru bertambah menjadi 778 orang karena kepsek berasal dari kalangan guru.
Bulog akan melelang 380.000 ton beras turun mutu untuk bahan baku tepung dengan harga minimum Rp11.000 per kilogram.
Erupsi Gunung Anak Krakatau berakhir setelah 25 jam. Warga Pulau Sebesi diminta tetap waspada dan menghindari informasi hoaks.