Kronologi Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG, Mual Muntah
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
Harianjogja.com, KULONPROGO- Sampai saat ini, listrik masih menjadi kebutuhan mahal bagi sebagian masyarakat. Beberapa warga di Dusun II Krembangan Desa Krembangan Kecamatan Panjatan, terpaksa menyambung listrik dari rumah tetangga.
"Listrik sebenarnya ada, tapi memang tersambung ke rumah saya. Terpaksa saya nyambung dari adik," ujar Parsiyem, 40, salah seorang warga setempat, Senin (27/10/2014).
Parsiyem mengaku, sudah empat tahun ini menggunakan listrik yang disambungkan dari rumah adiknya. Bagi ibu dua anak ini, listrik sangat penting bagi kehidupan, terutama bagi anak-anaknya. Dia mengatakan, anak-anak membutuhkan listrik untuk penerangan.
"Kalau belajar jelas perlu listrik untuk penerangan. Apalagi kalau malam, saat anak-anak belajar. Selain itu juga untuk menyetrika baju seragam anak-anak," jelas Parsiyem.
Sebelum ada listrik, Parsiyem mengaku untuk penerangan harus menggunakan teplok atau lampu minyak dan lilin untuk menerangi rumah. Meski kini ada listrik, namun dia berharap dapat mendapatkan jaringan sendiri.
"Kalau memang ada listrik gratis, saya sangat berharap sekali. Saya harap bisa menerima program tersebut," papar Parsiyem.
Menurut Daliman, 52, warga Dusun VI Krembangan, beberapa rumah warga memang ada yang telah mendapatkan jaringan listrik. Pemasangan jaringan tersebut berasal dari program listrik desa. Namun, sampai saat ini masih menanti pemasangan meteran listrik.
"Memang ada yang belum teraliri listrik. Termasuk di rumah adik saya. Tapi saat ini masih menunggu pemasangan meteran, tidak tahu kapan akan dipasang," jelas Daliman.
Sementara itu, Supervisor Administrasi PLN UPJ Wates Suryanta membenarkan, belum semua rumah warga di Kulonprogo mendapatkan aliran listrik. Warga yang belum menikmati aliran listrik tersebar di hampir semua kecamatan yang ada di kabupaten itu. Melalui program listrik desa, pemasangan jaringan listrik terus diupayakan.
"Program tersebut tidak hanya dilakukan PLN, tetapi juga dari pemkab dan dinas terkait. Kami harap lima tahun mendatang semua warga Kulonprogo sudah bisa menikmati listrik. Selama ini kendala masih ada pada pemasangan jaringan," ujar Suryanta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
Fasilitas energi di Arab Saudi bagian selatan terbakar setelah serangan Houthi. Sebanyak 73 warga sipil dilaporkan terluka.
Ketua Tim Pengabdi USD, Haniek Sri Pratini, menjelaskan workshop tersebut bertujuan mengubah cara pandang terhadap sampah plastik di sekitar sekolah
Pelantikan 35 kepala sekolah di Kulonprogo membuat defisit guru bertambah menjadi 778 orang karena kepsek berasal dari kalangan guru.
Bulog akan melelang 380.000 ton beras turun mutu untuk bahan baku tepung dengan harga minimum Rp11.000 per kilogram.
Erupsi Gunung Anak Krakatau berakhir setelah 25 jam. Warga Pulau Sebesi diminta tetap waspada dan menghindari informasi hoaks.