Ingin Berfoto Selfie di Tugu Jogja Malah Terganggu Reklame

Uli Febriarni
Uli Febriarni Rabu, 29 Oktober 2014 05:20 WIB
Ingin Berfoto Selfie di Tugu Jogja Malah Terganggu Reklame

JIBI/Desi Suryanto Sejumlah wisatawan berfoto dibawah papan nama Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (27/12/2013). Daya pikat Malioboro sebagai tujuan wisata memang tidak bisa surut meski di saat liburan sejumlah ruas jalan menuju kawasan belanja itu macet akibat tak mampu menampung banyaknya kendaraan yang melintas.

Harianjogja.com, JOGJA - Keluhan dari masyarakat akan posisi reklame produk atau logo tempat usaha yang mengganggu sudut pandang, saat memfoto sebuah ikon wisata Kota Jogja, juga masih belum diatur oleh Pemkot Jogja.

Bahkan hal ini belum dipertimbangkan, karena dianggap belum ada masukan resmi dari masyarakat mengenai hal itu.

Seperti diungkapkan Tri Yulianta, salah seorang warga Kota Jogja, mengeluhkan buruknya hasil foto ketika misalnya, memfoto monumen Tugu Pal Putih dari arah barat yang akan turut memperlihatkan huruf M berwarna kuning dari logo sebuah restoran cepat saji. Atau nama sebuah toko kacamata ikut terfoto saat mengambil foto Tugu Pal Putih dari timur. Dan logo nama sebuah hotel, saat memfoto Tugu dari arah utara.

"Itu sangat mengganggu, sampah visual. Seharusnya ada kebijakan yang mengatur agar logo-logo tersebut berukuran kecil saja, atau diatur letaknya agar tak mengganggu view Tugu saat difoto," ucap Tri, Senin (27/10/2014).

Menanggapi keluhan tersebut, Tugiyarta, Kepala DPDPK Kota Jogja menyatakan, belum memiliki aturan tersendiri yang mengakomodasi masalah tersebut.

DPDPK, jelasnya, baru memiliki aturan untuk mengatur jarak reklame dan iklan dengan bangunan atau monumen budaya di Kota Jogja.

Yakni misalnya, dalam radius 50 meter dari Tugu Pal Putih, bebas reklame produk. Namun, lanjut Tugiyarta, hal tersebut bukan berarti di wilayah itu tak ada reklame sama sekali yang bisa terfoto ketika difoto.

"Tapi saat ini sudah ada program revitalisasi Tugu Golog Gilig yang sedang berjalan. Saya yakin kondisi yang kita bahas tadi bisa teratasi, kami baru atur jarak radius 50 meter tadi, kalau untuk view belum, mengingat orang juga punya selera tertentu dalam menentukan sudut pandang foto," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online