Gus Muwafiq Ungkap Kondisi Bangsa, Ajak Warga Jaga Kerukunan
Gus Muwafiq mengajak masyarakat Sleman memperkuat kerukunan dan kebersamaan dalam Pengajian Kebangsaan Grebeg Minggir 2026.
Harianjogja.com, SLEMAN—Lahan penanaman bambu di Kabupaten Sleman akan diperluas hingga 500 hektare dalam lima tahun mendatang.
Menurut Kepala Bidang Kehutanan dan Perkebunan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto, kebutuhan bambu di Sleman dapat tercukupi jika target tersebut tercapai.
Rofiq mengakui, pihaknya terkendala untuk meyakinkan masyarakat agar tertarik dengan budi daya bambu. “Masyarakat menganggap kondisi tanah yang ada tanaman bambunya itu tidak baik. Padahal itu tidak benar dan seharusnya bambu bisa ditanam di mana saja,” jelasnya kepada wartawan di Ruang Humas Setda Sleman, Rabu (5/11/2014).
Rofiq menambahkan, tanaman bambu juga ramah lingkungan karena mampu menyerap karbon dalam jumlah besar.
“Selain itu, tentu saja industri bambu adalah peluang bagi masyarakat Sleman. Bambu bisa jadi penggerak ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” kata Rofiq kemudian.
Sementara itu, Fajar Sudarwo, perwakilan Dewan Bambu Indonesia (DBI) mengatakan, terdapat tiga wilayah di Sleman yang diproyeksikan menjadi sentra penanamam bambu, yaitu Turi, Prambanan, dan Pakem.
“Sedangkan sentra industri bambu dipusatkan di empat kecamatan, yaitu Moyudan, Mlati, Seyegan, dan Minggir,” ucap Fajar dalam kesempatan yang sama.
Menurut Fajar, dibutuhkan advokasi terhadap kebijakan publik terkait pengakuan standar bambu. Sebab, selama ini standar bambu tidak diakui setingkat dengan kayu. Hal itu menjadi permasalahan lain yang menghambat perluasan lahan untuk budi daya bambu.
Pemerintah Kabupaten Sleman diharapkan menyediakan segala sarana dan prasarana pendukung jika memang serius mengembangkan potensi tanaman bambu.
“Apalagi nantinya bambu akan jadi industri kreatif budaya dan dibuatkan pasar sentra bambu,” ungkap Fajar menambahkan.
Direktur Center for Bamboo Application (CBA), Satya Hermawan juga yakin bambu memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan. Tiongkok merupakan salah satu negara yang sering meminta bambu dari Indonesia, khususnya bambu jenis petung.
“Bambu petung itu paling baik di dunia. Sekarang, harganya mencapai Rp40.000 per batang di Sleman,” papar Satya.
Satya berharap, bambu tidak sekadar dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan. “Potensinya sudah ada dan bisa jadi penggerak ekonomi masyarakat Sleman. Selain itu, hampir semua bagian bambu dapat dimanfaatkan, mulai dari akar bawah sampai ujung atasnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gus Muwafiq mengajak masyarakat Sleman memperkuat kerukunan dan kebersamaan dalam Pengajian Kebangsaan Grebeg Minggir 2026.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.