Mengembalikan Muruah Konstitusi dalam Praktik Bernegara
Suatu negara tentunya tidak hanya dibangun berdasarkan pondasi teks peraturan perundang-undangan semata. Secara filosofis, ia juga berdiri di atas suatu nilai
Harianjogja.com, BANTUL - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bantul mengajak pemimpin pemerintahan memberi keteladanan yang baik bagi bangsa Indonesia serta pejabat untuk menjalankan amanah selalu konsisten antara kata dan perbuatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bantul Saebani dalam Apel Akbar Milad Muhammadiyah ke 105 Hijriah atau 102 Miladiah di Lapangan Paseban Bantul, Sabtu (8/11/2014).
"Kita semua berharap agar para pemimpin bangsa memegang amanah khususnya konsistensi dalam kata dan perbuatan agar bangsa ini bisa lebih baik," ujarnya dalam pidato resmi.
Apel dengan pembina Bupati Bantul Sri Surya Widati dan dihadiri anggota DPRD Bantul, Kepala SKPD, Kepala Kementerian Agama Bantul, Ketua MUI Bantul, Saebani menyampaikan ajakan dan komitmen moral pembangunan bangsa melalui pembangunan karakter atau akhlaq utama bangsa.
Menurutnya, pembentukan ahklaq bangsa harus menanamkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, kedamaian, keterpercayaan, persaudaraan, dan kemandirian yang harus dibangun di atas kebenaran dan kebaikan umat.
Ia mengajak mengajak pemerintah di seluruh tingkatan untuk semakin meningkatkan komitmen dan kesungguhan dalam memajukan bangsa, disertai sikap mengedepankan keadilan di atas semua golongan termasuk Muhammadiyah.
Apel milad yang juga dihadiri jajaran pengurus Muhammadiyah, Aisyiyah dan organisasi otonom hingga ribuan siswa-siswi sekolah Muhammadiyah mengajak warga Muhammadiyah dan seluruh bangsa untuk bertekad memperbaiki diri.
"Masa depan bangsa tergantung pada keutamaan akhlaq warga dan para pemimpinnya," kata orang nomor satu di Muhammadiyah Bantul tersebut.
Adapun dalam kesempatan apel milad muhammadiyah kemarin, Bupati Bantul Sri Suryawidati turut mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus dan warga Muhammadiyah di Bantul. Bupati mengatakan momentum Milad Muhammadiyah hendaknya menjadi refleksi seluruh rakyat akan kiprah Muhammadiyah sejak tahun 1961 dengan diangkatnya KH Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah sebagai pahlawan nasional oleh Presiden RI pertama Soekarno.
Istri politisi PDIP Idham Samawi mengingatkan alasan Presiden RI pertama pengangkatan pendiri Muhammadiyah sebagai pahlawan. Salah satunya pelopor dalam kebangkitan umat Islam Indonesia yang juga menyikapi bangsa melalui karya baik dalam amal usaha sosial hingga pendidikan.
"Jadi Muhammadiyah sebagai gerakan misi dakwah dan pembaharuan sebelum kemerdekaan diraih bangsa kita. Untuk itulaj harus terus berkobar hingga sekarang dalam turut menjaga NKRI dan kemajuan bangsa," pungkas Bupati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suatu negara tentunya tidak hanya dibangun berdasarkan pondasi teks peraturan perundang-undangan semata. Secara filosofis, ia juga berdiri di atas suatu nilai
PIHPS mencatat harga pangan nasional hari ini. Bawang merah Rp46.650 per kg, daging ayam Rp37.000 per kg, dan telur Rp28.950 per kg.
BMKG memprakirakan cuaca berawan mendominasi Indonesia pada Minggu 12 Juli 2026. Sejumlah wilayah juga berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mendorong skrining anemia pada ibu hamil dan balita disertai edukasi gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Program Gemarikan DKP Bantul telah mencapai 87 persen. Sebanyak 675 siswa di 22 sekolah mengikuti edukasi pentingnya konsumsi ikan.