Guyon Waton Guncang Sukoharjo, Konser Gratis!
Guyon Waton akan tampil gratis di konser Sukoharjo Spektakuler 18 Juli 2026. Diprediksi ribuan penonton hadir.
Harianjogja.com, KULONPROGO- Pembagian beras miskin (raskin) di Kulonprogo masih menganut sistem bagi rata. Seharusnya raskin diberikan kepada warga miskin yang terdaftar, namun kenyataannya masih ada kepala dusun yang membagi rata raskin untuk seluruh warga.
Gino, warga Dusun Gubuk, Desa Jatisarono, Kecamatan Nanggulan mengeluhkan pembagian raskin di dusunnya. Dinilainya, bagi rata raskin untuk menghindari kecemburuan di antara warga.
"Ada warga yang sudah mampu juga iri kalau ada acara kerja bakti terlibat tetapi tidak memperoleh bantuan," ujarnya saat menyampaikan uneg-uneg ke Bupati Kulonprogo baru-baru ini.
Diungkapkannya, akibat dari sistem bagi rata, warga yang tidak mampu hanya mendapat jatah lima kilogram beras.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo tidak menyetujui pembagian raskin dengan sistem bagi rata karena hal itu menyalahi aturan. "Warga harus segera mengadakan rembug desa untuk mengatasi persoalan ini," ujarnya.
Diuraikannya, mekanisme yang bisa ditempuh warga dengan menyampaikan kepada kepala dusun untuk membahas di rapat RT. Hasilnya dicantumkan dalam surat dan dibawa ke rembug desa untuk menentukan warga yang berhak menerima raskin.
Apabila tidak berhasil, imbuh Hasto, warga dapat segera melaporkan kepada bupati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guyon Waton akan tampil gratis di konser Sukoharjo Spektakuler 18 Juli 2026. Diprediksi ribuan penonton hadir.
PIHPS mencatat harga pangan nasional hari ini. Bawang merah Rp46.650 per kg, daging ayam Rp37.000 per kg, dan telur Rp28.950 per kg.
BMKG memprakirakan cuaca berawan mendominasi Indonesia pada Minggu 12 Juli 2026. Sejumlah wilayah juga berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mendorong skrining anemia pada ibu hamil dan balita disertai edukasi gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Program Gemarikan DKP Bantul telah mencapai 87 persen. Sebanyak 675 siswa di 22 sekolah mengikuti edukasi pentingnya konsumsi ikan.