OPINI: Ketika Tindakan Bunuh Diri Terinspirasi Film Drama Korea
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
Ilustrasi upah minimum kota/kabupaten (UMK). (JIBI/Solopos/Dok.)
Harianjogja.com, JOGJA—Aliansi Buruh Yogyakarta (ABY) mengaku kecewa dengan keputusan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X soal upah minimum kota/kabupaten (UMK) 2015.
Surat Keputusan Gubernur DIY No.252/KEP/2014 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota 2015 di dikeluarkan Sultan pada 27 Oktober. Ketentuan itu mulai berlaku pada 1 Januari tahun depan dengan besaran UMK sesuai masing-masing daerah. ABY menyebut UMK di lima wilayah di DIY paling rendah se-Indonesia.
“Kekecewaan kami [ABY] kenapa penetapan upah sangat kecil bahkan paling kecil secara nasional,” kata Sekjen ABY, Kinardi,
Minggu (9/11/2014).
Dia mengaku tidak mengerti cara pandang bupati hanya menaikkan upah di kisaran 3% sampai 11%. Gubernur DIY pun mengamini
tanpa membahasnya lebih jauh dan melihat situasi kesejahteraan buruh ke depan.
Menurut Kinardi, angka UMK itu masih jauh dari kesejahteraan buruh padahal komponen hidup layak bagi buruh meningkat. Ia menilai pemerintah tak mempertimbangkan prediksi inflasi 2015, pertumbuhan ekonomi di DIY dan tentunya produktivitas perusahaan pun naik. Kinardi pun menyindir murahnya upah buruh secara nasional bagian dari keistimewaan DIY.
“Istimewa upah terendah. Harapan buruh pada Gubernur untuk sejahtera sudah tidak bisa,” ucap Sekjen Aliansi Buruh Yogyakarta itu.
Dewan Pengurus Cabang Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Gunungkidul juga sempat merasa kecewa dengan penetapan UMK tahun depan. Mereka mau menerima ketetapan itu dengan catatan pengusaha mau memenuhi kewajiban tersebut.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Gunungkidul Dwi Warna Widi Nugraha menegaskan penetapan UMK sudah sesuai prosedur yang ada. Sebelum diajukan ke Gubernur, juga telah diadakan rapat pembahsan di Dewan
Pengupahan, yang terdiri dari Pemerintah Kabupaten, serikat pekerja atau asosiasi penggusaha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
MPR RI dan UII mengevaluasi implementasi UUD 1945, otonomi daerah, serta pengelolaan SDA untuk memperkuat kebijakan nasional.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan ASN harus dijaga dari judi online dan pinjaman online ilegal demi menjaga integritas pemerintahan.
Tingkatkan Layanan Masyarakat, Anggota DPR RI Vita Ervina Desak BPJS Tepat Waktu Bayar Klaim Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan
Simak lima tips menghemat air saat musim kemarau, mulai memanfaatkan air bekas hingga memeriksa kebocoran saluran air di rumah.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.