Jemaah Haji Gunungkidul Tiba di Makkah, Siap Jalani Puncak Ibadah
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Sebuah kapal pencari ikan milik nelayan Baron terbalik setelah terhempas ombak besar, Sabtu (15/11/2014) siang. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun pemilik kapal Senen,45, harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sementara, dua nelayan lainnya Tukijan, 42, dan Wanto,28, berhasil menyelamatkan diri.
Diduga penyebab terjadinya kecelakaan itu dikarenakan kapal jukung tersebut penuh dengan muatan ikan. Naasnya, saat akan berlabuh kapal terlalu merapat dengan gunung karang di bagian barat Pantai Baron. Saat dihantam ombak, kapal menjadi oleng dan menghantam karang.
Salah seorang nelayan Pantai Sadeng Margono mengatakan, kejadian terbaliknya kapal terjadi kemarin, sekitar pukul 12.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi pemilik kapal, Senen harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
“Dia [Senen] mungkin kecapekan dan terlalu banyak minum. Jadi, setelah diselamatkan langsung dirujuk ke rumah sakit,” kata Margono kepada Harianjogja.com, kemarin.
Menurut dia, saat kejadian, Senen tidak ikut melaut, karena di di atas perahu hanya mengangkut dua orang nelayan (Tukijan dan Wanto). Namun, dikarenakan melihat perahunya akan terbalik gara-gara menabrak karang, korban berusaha menyelamatkan perahunya supaya tidak terbalik.
“Apa daya usahanya sia-sia, tapi beruntung ada nelayan lain yang ikut menolong sehingga korban dapat diselamatkan,”ungkapnya.
Selain harus mendapatkan perawatan, Senen juga mengalami kerugian yang tidak sedikit. Meski ikan hasil tangkapan bisa diselamatkan, kapalnya mengalami rusak sangat parah. Diperkirakan, kerugian yang diderita Senen mencapai jutaan rupiah. Pasalnya, beberapa bagian kapal, mulai depan, belakang dan tengah mengalami keretakan.
“Kapal masih bisa diperbaiki, tapi harus mengeluarkan biaya yang besar. Sebab, kerusakan kapal lumayan parah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Koordinator Tim SAR Satlinmas wilayah II Baron, Marjono saat dihubungi kemarin membenarkan telah terjadi kecelakaan laut. Akibatnya, salah seorang nelayan harus dirawat di rumah sakit.
“Informasi yang saya dapatkan, diduga perahu naas itu dihantam ombak yang besar dan terbalik,” ungkapnya.
Namun, secara detail belum bisa membeberkan kronologi kecelakaan. Sebab, di waktu yang hampir bersamaan dia baru menyelesaikan pelatihan di Kota Jogja.
“Saya belum bisa memberikan detail kronologinya, karena saat kejadian, saya tidak berada di lokasi. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi anggota SAR di Baron,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Relokasi SDN Nglarang Sleman dimulai dengan pengurukan lahan hingga September. Sekolah terdampak proyek Tol Jogja-Solo.
Polemik ibadah di Bantul dimediasi polisi. Sultan minta warga jaga toleransi dan tidak terprovokasi isu.
Mahkamah Agung kurangi vonis Zaini Arony jadi 5 tahun penjara dalam kasus korupsi LCC. Ini rincian amar putusan kasasi.
DPRD Jogja soroti klitih yang berulang. Pemkot diminta kaji akar masalah remaja, tak hanya penindakan hukum.
Daftar lokasi Salat Iduladha 1447 H Muhammadiyah DIY tersebar di ribuan titik. Cek sebagian lokasi di Bantul, Sleman, dan Jogja.