Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Harianjogja.com, JOGJA - Komandan Kodim 0734 Jogja Letnan Kolonel Renal A Sinaga menginstruksikan kepada semua anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) di jajaran Komando Distrik Militer Jogja untuk menjadi orangtua asuh di desa binaannya masing-masing.
"Jadi Babinsa harus memiliki anak asuh di wilayah tugasnya masing-masing," kata Renal saat bersilaturahmi ke Griya Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Senin (17/11/2014).
Menurut dia, tugas tambahan bagi Babinsa ini mencari dan membina anak-anak terutama yang putus sekolah untuk kemudian diarahkan untuk mengetahui potensi yang dimiliki.
Ketika sudah terlihat bakat dan potensinya, maka Babinsa harus mengarahkan anak tersebut untuk memperdalam potensinya kepada pihak-pihak lain yang bisa diajak kerja sama.
"Banyak anak-anak yang sebenarnya berpotensi tapi tidak percaya diri. Maka kami yang akan menganggap mereka," ujar Renal.
Renal menambahkan, ancaman bangsa saat ini yang perlu diwaspadai adalah proxi war, yaitu perang dimana orang menggunakan tangan ketiga untuk melawan musuh.
Ancaman tersebut, menurutnya, sudah terjadi di Indonesia. Banyak orang berkepentingan di negara ini. Untuk menangkalnya bangsa ini arus bersatu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
DPR mendesak BGN menangani serius korban keracunan MBG, termasuk memastikan perawatan hingga pulih dan menanggung biaya pengobatan.
Kepala Desa Kasegeran Saifuddin mengusulkan mantan kades menjadi Pj. kepala desa saat audiensi dengan pimpinan DPR RI.
Sekitar 52 hektare sawah Banaran, Kulonprogo, bera akibat krisis air. Petani kini menerapkan pola tanam padi bergilir sambil menunggu hujan.
Korban longsor salju di Gunung Mizhirgi, Rusia, bertambah menjadi 13 orang. Empat pendaki masih hilang dalam pencarian di Ngarai Bezengi.
Presiden Prabowo melepas 430 atlet Indonesia dari 35 cabang olahraga untuk berlaga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.