73.363 BPJS Dinonaktifkan, Gunungkidul Aktivasi Ulang 32.845 Peserta
UHC Gunungkidul mencapai 98,7 persen. Masih ada 1,3 persen warga belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Truk terendam banjir di Wonosari Gunungkidul, Rabu (11/12/2013). (JIBI/Harian Jogja/Ujang Hasanudin)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Warga di bantaran Sungai Besole, Wonosari diminta untuk mewaspadai bahaya banjir.
Pengalaman tahun lalu, di sepanjang aliran sungai di Dusun Gadungsari, Kepek, Besari dan Siraman terjadi banjir setinggi satu meter.
(Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2014/01/13/warga-gunungkidul-heran-banjir-terjadi-dua-kali-sebulan-481634">Warga Gunungkidul Heran Banjir Terjadi Dua Kali Sebulan)
Kepala Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan (Kapedal) Gunungkidul Irawan Jadmiko mengatakan, banjir menjadi salah satu bencana yang harus diwaspadai masyarakat saat musim hujan. Untuk itu, masyarakat di sepanjang aliran sungai diminta untuk memerhatikan lingkungan sehingga potensi banjir bisa dikurangi.
“Banjir tahun lalu harus menjadi perhatian bersama, sehingga masyarakat di sepanjang aliran Sungai Besole untuk lebih waspada.
Terutama untuk menjaga kebersihan lingkungan,” kata Irawan saat ditemui Harianjogja.com di ruang kerjanya, Senin (17/11/2014).
Selain karena curah hujan tinggi, sedimentasi aliran sungai juga ikut andil terjadinya banjir. Namun, banjir juga seringkali disebabkan karena perilaku buruk masyarakat. Sampah yang dibuang sembarangan membuat aliran air jadi terhambat dan berdampak terhadap potensi banjir jadi semakin besar.
“Semuanya saling berkaitan, sehingga dibutuhkan kesadaran bersama untuk mengurangi risiko terjadinya banjir,” ungkapnya.
Lebih jauh dikatakan Irawan, pengalaman banjir yang terjadi di akhir 2013 lalu, ternyata banjir tak hanya terjadi di wilayah hulu (Besari, Siraman). Sebab, di wilayah hilir (Selang) juga tak luput dari terjangan air bah.
Berdasarkan penelitian, yang dilakukan Kapedal menemukan fakta bahwa makin berkurangnya serapan air ikut memberikan andil terjadinya banjir. Dia menjelaskan, banyaknya bangungan dengan sistem betonisasi dan semenisasi membuat air langsung menuju ke hilir tanpa bisa terserap ke dalam tanah.
Sementara itu, Camat Wonosari Iswandoyo mengakui di sepanjang aluran Kali Besole rawan banjir. Potensi rawan itu melihat terjadinya banjir di akhir tahun lalu. Dia menjelaskan, upaya pencegahan telah dilakukan antara lain normalisasi aliran sungai, pembuatan sumur resapan serta gerakan kebersihan lingkungan. Namun, menurut Iswandoyo, upaya tersebut tidak akan berhasil tanpa peran dari masyarakat.
“Kami sudah membuat beberapa sumur resapan, hingga memperlancar aliran sungai supaya risiko banjir dapat dikurangi. Semua upaya itu akan berhasil jika didukung dengan kesadaran masyarakat di sekitar aliran sungai, terutama untuk menjaga kebersihan lingkungan” serunya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UHC Gunungkidul mencapai 98,7 persen. Masih ada 1,3 persen warga belum menjadi peserta BPJS Kesehatan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Agustus 2026 lengkap di SIMMADE, MPP, Simenor Ngabuburit, dan Satpas 1450 beserta biaya perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Agustus 2026 lengkap, mulai SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga Saturday Night Service beserta syaratnya.
SIM Keliling dan Samsat Keliling malam di SSA Bantul Agustus 2026 melayani perpanjangan SIM serta pembayaran PKB tahunan. Cek jadwal dan syaratnya.
Jadwal SIM Keliling Sleman Agustus 2026 lengkap di MPP, Sleman City Hall, SIMMADE, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C, serta layanan Satpas.
Jadwal SIM Keliling Jogja Agustus 2026 lengkap dengan lokasi, syarat, biaya perpanjangan SIM, dan layanan Drive Thru MPP Kota Jogja.