JIBI/Desi Suryanto
Sejumlah wisatawan berfoto dibawah papan nama Jalan Malioboro, Yogyakarta, Jumat (27/12/2013). Daya pikat Malioboro sebagai tujuan wisata memang tidak bisa surut meski di saat liburan sejumlah ruas jalan menuju kawasan belanja itu macet akibat tak mampu menampung banyaknya kendaraan yang melintas.
Harianjogja.com, JOGJA-Pemkot Jogja dianggap berhasil dalam mengelola Aspek Tata Pamong (good governance), Aspek Lingkungan Pariwisata, Aspek Perkembangan Ekonomi, Aspek Pemberdayaan Masyarakat dalam Kepawisataan dan Aspek Ekonomi Kreatif.
Hal itu disebutkan oleh Kepala Bidang Promosi dan Kerja Sama Pariwisata Disparbud Kota Jogja, Yetty Martanti, saat penyerahan penghargaan The Best Performance kategori Gold oleh Menteri Pariwisata RI, Arif Yahya dalam acara Travel Club Tourism Award (TCTA), Kamis (20/11/2014) malam di Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Terkait aspek tata pamong, lanjut Yetty, dinilai dari kelengkapan organisasi, pemenuhan atas karakteristik tata pamong yang baik (partisipatori, konsensus, akuntabel, transparan, responsif, efektif, kepatuhan hukum), aktivitas pemda dan peraihan penghargaan dalam tata pamong.
“Untuk aspek lingkungan pariwisata ini lebih pada penilaian atas kebijakan dan pembinaan dalam lingkungan pariwisata serta penghargaan dan pengakuan publik atas aset pariwisata sehingga tercipta pariwisata yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tags: