Tak Pakai Batik Gebleg Renteng, Anggota DPRD Kulonprogo Dikritik

Minggu, 23 November 2014 04:45 WIB
Tak Pakai Batik Gebleg Renteng, Anggota DPRD Kulonprogo Dikritik

Harianjogja.com, KULONPROGO—Anggota Komisi IV DPRD Kulonprogo dikritik mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Nomo Ardiyanto karena tidak mengenakan baju bermotif batik geblek renteng.

Hal itu dilontarkan Nomo ketika ia bersama dengan 120 mahasiswa lainnya melakukan studi lapangan ke DPRD Kulonprogo, Kamis (20/11/2014).

“Apakah ini tidak melemahkan program Bela Beli Kulonprogo karena justru bapak-bapak anggota Dewan memakai batik yang bukan motif geblek renteng,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, para mahasiswa juga meminta penjelasan terkait program Bedah Menoreh yang diusung Pemkab Kulonprogo.

Menanggapi kritikan tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo Upiya Al Hasan menyampaikan permintaan maaf tanpa komentar panjang. Terkait program Bedah Menoreh, Upiya memaparkan program itu juga didukung dengan dana keistimewaan dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Rencananya pada 2015 ada alokasi dana keistimewaan sebesar Rp80 miliar untuk Kulonprogo,” sebutnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online