Budidaya Cacing Hasilkan Keuntungan Ganda, Apa Saja?
JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu Wagimin, 40 merawat palet tanah yang berisi cacing yang berumur tiga minggu di rumahnya di dusun Ngetrep, Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, Jumat (9/11). Cacing tersebut dipanet saat mencapai umur tiga bulan yang banyak dibeli oleh perusahaan obat tradisional maupun kosmetik dengan harga jual Rp 60.000,- per Kilogram
Harianjogja.com, SLEMAN- Budidaya cacing dengan memanfaatkan lahan sempit mampu menghasilkan
keuntungan ekonomi ganda bagi petani pembudi daya.
"Budidaya cacing ini kalau ditekuni serius keuntungan yang diperoleh lumayan besar, ada dua keuntungan
ekonomi yang diperoleh yakni dari hasil pembesaran cacing sendiri dan dari tanah bekas cacing atau kascing yang sangat laku dijual sebagai pupuk," kata Mulyono, pembudidaya cacing yang juga warga Dusun Grumbul Gede, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Mulyono Kamis (27/11/2014).
Ia mengaku saat ini cacing tanah banyak dibutuhkan sebagai bahan pembutan obat dan kosmetika.
"Selain itu tanah bekas budidaya cacing ini juga sangat laku, karena sangat bagus untuk pupuk tanaman di sawah, ladang, maupun untuk media tanaman bunga-bunga," katanya.
Ia mengatakan untuk budidaya cacing obat itu, langkah pertama yang dilakukan adalah menyiapkan media tumbuh cacing dengan ukuran menyesuaikan lahan yang tersedia atau sesuai keinginan.
"Media tumbuh cacing ini terbuat dari kotoran ternak sapi yang masih segar, kemudian diangin-anginkan selama 10 hari untuk menghilangkan kandungan gas metan," katanya.
Mulyono mengatakan setelah media tumbuh cacing siap, kemudian baru memasukkan bibit cacing.
"Setelah bibit cacing dimasukkan dalam media tumbuh, pemeliharaannya cukup mudah, tinggal menyiram media tumbuh dari kotoran sapi tersebut agar terjaga kelembabannya," katanya.
Ia mengatakan dengan kondisi kelembaban yang terjaga, cacing akan tumbuh besar dan dapat dipanen setiap tiga bulan sekali.
"Setelah dipanen nanti sudah ada pembeli yang menampung dari Semarang, Jawa Tengah, untuk diekspor ke
Jepang sebagai bahan obat," katanya.
Ia mengatakan kotoran cacing atau tanah bekas cacing, juga laku dijual untuk pupuk.
"Satu kilogram kascing ini dihargai Rp700, sedangkan untuk membeli satu rit kotoran sapi segar sekitar Rp500.000 yang dapat menghasilkan satu ton pupuk kascing," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share