BGN Tutup Dapur MBG Karangturi Usai Siswa SMKN 6 Semarang Keracunan
BGN menghentikan sementara operasional dapur SPPG Karangturi setelah dugaan keracunan MBG di SMKN 6 Semarang masih diselidiki.
Harianjogja.com, KULONPROGO – Kematian warga berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Sistem Registrasi Sampel (SRS) tertinggi terjadi di rumah. Persentase kematian warga di rumah di Kecamatan Lendah mencapai 68,42%.
Penanggung Jawab Operasional (PJO) SRS Kulonprogo Taviv Supriadi mengungkapkan pelaksanaan SRS dilakukan sebagai upaya pendataan dan pencatatan kematian. Dia mengungkapkan, selama ini statistik vital di Indonesia belum dapat berjalan dengan baik. Pasalnya, sistem pencatatan yang dilakukan instansi terkait, termasuk oleh pemerintah desa masih bersifat pasif.
“Selama ini hanya berdasarkan atas laporan masyarakat, sekaligus untuk mengurus administrasi kependudukan. Apabila penduduk tidak melapor, maka tidak ada catatan tersebut,” ujar Taviv dalam pernyataan persnya, Minggu (30/11/2014).
Taviv menambahkan, SRS sendiri adalah suatu cara mendapatkan angka statistik vital di suatu negara dengan melakukan sampel dalam sistem registrasi yang ada di negara tersebut. Kecamatan Lendah merupakan salah satu kecamatan di DIY dari dua kecamatan yakni Kecamatan Ngawen, Gunungkidul yang ditunjuk sebagai sampel, sedangkan di seluruh Indonesia berjumlah 128 Kecamatan.
Kepala Puskesmas Lendah II Riyanto mengatakan, selama satu tahun terakhir angka kematian di kecamatan itu ternyata terbanyak kematian di rumah.
“Setelah itu, disusul kematian di rumah sakit dan di tempat lainnya,” ujar Riyanto.
Uji sampel tersebut dilakukan pada periode Oktober 2013 hingga Oktober 2014. Berdasarkan laporan yang disampaikan Kepala Puskesmas Lendah I Hendro Suwarno, persentase kematian di rumah mencapai 68,42%. Sedangkan kematian warga di rumah sakit hanya mencapai 29,24% dan di tempat lain mencapai 2,34%.
“Sebagian besar kasus kematian warga banyak terjadi di rumahnya. Sementara dilihat dari jenis kelamin, kematian pada perempuan jauh lebih banyak dengan persentase 58,76 persen,” jelas Hendro.
Sementara, kasus kematian yang terjadi pada laki-laki mencapai 41,24%. Dia menambahkan, penyebab kematian juga beragam. Namun, penyebab kematian terting yakni, Senilty atau ketuaan. Di mana kasus tersebut banyak terjadi pada warga lanjut usia.
“Selain itu, stroke, infeksi, kecelakaan, kanker dan penyebab-penyebab lainnya,” imbuh Hendro.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BGN menghentikan sementara operasional dapur SPPG Karangturi setelah dugaan keracunan MBG di SMKN 6 Semarang masih diselidiki.
Bantul menetapkan Sriharjo dan Guwosari sebagai Kalurahan Mandiri Budaya serta 12 kalurahan sebagai Rintisan Budaya untuk memperkuat pelestarian budaya lokal.
Irish Bella mengumumkan kehamilan anak pertamanya dengan Haldy Sabri melalui unggahan foto USG di media sosial.
RSA UGM memeriksa perawat berinisial DPA melalui Tim Etik dan Hukum setelah diduga melontarkan komentar tidak berempati terhadap pasien BPJS di media sosial.
Maverick Vinales dipastikan absen di MotoGP Inggris 2026 akibat cedera bahu. Posisinya di Tech3 KTM digantikan Pol Espargaro.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer