Bangunan Di Pesisir Harus Dirancang Tahan Bencana

Kamis, 04 Desember 2014 19:40 WIB
Bangunan Di Pesisir Harus Dirancang Tahan Bencana

Pengunjung menikmati terjangan ombak saat bermain pasir di Pantai Glagah Indah, Temon, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (31/7/2014). Libur Lebaran 2014 dimanfaatkan warga dan pemudik untuk bersenang-senang di objek-objek daya tarik wisata. (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)

Harianjogja.com, KULONPROGO – Tiga mega proyek di Kulonprogo dibangun di kawasan pesisir pantai selatan dan telah dirancang tahan bencana tsunami.Hal itu diharapkan juga berlaku bagi bangunan yang akan dibangun di kawasan tersebut.

“Pembangunan bandara maupun mega proyek lainnya sudah melalui penelitian dari kemungkinan ancaman bencana alam, termasuk tsunami,” ujar Asisten Sekretaris Daerah Kulonprogo Bidang Perekonomian Pembangunan dan SDA Triyono dalam acara Sosialisasi Masterplan Pengurangan Risiko Bencana Tsunami di Hotel Pandansari, Pantai Glagah, Kamis (4/12/2014).

Triyono menegaskan, tidak hanya bangunan mega proyek saja yang harus memerhatikan potensi bencana. Namun, pentingnya kontruksi yang kokoh juga berlaku untuk semua bangunan yang akan dibangun di kawasan tersebut.

“Bangunan apapun harus memiliki orientasi pada pengurangan risiko bencana. Sedangkan bangunan publik juga harus dilengkapi dengan petunjuk evakuasi, serta alat pemadam kebakaran atau hydrant,” jelas Triyono.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online