Dishub akan Selalu Menyempurnakan Taman Lalu Lintas

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Jum'at, 05 Desember 2014 13:40 WIB
Dishub akan Selalu Menyempurnakan Taman Lalu Lintas

Peserta didik Taman Kanan-Kanak Kemala Bhayangkari 55 mempraktikkan menyeberang jalan dengan zebra cross saat berkunjung di Mapolresta Solo, Rabu (17/9/2014). Kunjungan bocah-bocah TK ke kantor polisi tersebut merupakan bagian dari pembelajaran tentang keselamatan berlalu lintas dan mengenalkan peran polisi kepada peserta didik. (Septian Ade Mahendra/JIBI/Solopos)

Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja mengusulkan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengenai penambahan berbagai fasilitas fisik di Taman Lalu Lintas untuk menyempurnakan fungsi edukasi ruang publik itu.

"Kami sudah menyusun berbagai usulan penambahan fasilitas fisik di Taman Lalu Lintas dan akan segera disampaikan ke Kementerian
Perhubungan," kata Kepala Bidang Pengendalian Operasional dan Bimbingan Keselamatan Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta
Sugeng Sanyoto, Jumat (5/12/2014).

Berbagai usulan tersebut, di antaranya penambahan miniatur jalan raya dan rel kereta api, penambahan miniatur kendaraan peraga, pendopo,
serta permainan anak.

Total anggaran yang diajukan untuk penambahan berbagai fasilitas tersebut, kata Sugeng, tidak terlalu besar, yaitu sekitar Rp900 juta.

"Harapannya, usulan tersebut dapat disetujui oleh Kementerian Perhubungan sehingga pada tahun depan, fasilitas itu sudah dapat dibangun
dan dimanfaatkan pengunjung," katanya.

Saat ini, Taman Lalu Lintas di kompleks Terminal Giwangan tersebut baru memiliki sarana edukasi berupa miniatur jalan raya lengkap dengan
rambu-rambu dan kendaraan peraga.

Sejak dibuka pada awal tahun, Taman Lalu Lintas tersebut sudah dikunjungi oleh sekitar 5.000 orang, sebagian besar adalah siswa sekolah
mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), hingga siswa sekolah dasar (SD).

"Pengunjung tidak hanya berasal dari siswa di DIY tetapi ada pula yang berasal dari luar kota. Sekolah dapat menyampaikan proposal sebelum
berkunjung," katanya yang menyebut sudah ada daftar tunggu pengunjung ke Taman Lalu Lintas itu.

Sugeng juga berharap, ada penambahan sumber daya manusia untuk membantu menyampaikan pendidikan keselamatan berlalu lintas. Saat ini,
Dinas Perhubungan memiliki empat personel yang bertugas memberikan penjelasan kepada pengunjung.

"Kami berharap ada tambahan pendidikan khusus kepada petugas di Taman Lalu Lintas sehingga mereka bisa memberikan penjelasan dengan
lebih baik ke pengunjung," katanya.

Taman Lalu Lintas tersebut memiliki luas sekitar 3.000 meter persegi. Pembangunan Taman Lalu Lintas tersebut merupakan tindak lanjut dari
pelaksanaan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) pada 2012.

"Taman Lalu Lintas ini memang belum diserahterimakan ke Kota Yogyakarta sehingga belum kami resmikan. Harapannya, peresmian bisa
dilakukan saat seluruh fasilitas yang dibutuhkan tersedia dengan lengkap dan sudah ada serah terima ke pemerintah daerah," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis