Tanggul Saluran Irigasi di Maguwoharjo Jebol, Kolam Ikan Terendam

Sunartono
Sunartono Jum'at, 05 Desember 2014 18:20 WIB
Tanggul Saluran Irigasi di Maguwoharjo Jebol, Kolam Ikan Terendam

Harianjogja.com, SLEMAN— Di Glendongan, Santan, Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, sebuah tanggul irigasi jebol akibat tak mampu menampung derasnya arus. Dampaknya, belasan kolam ikan milik petani setempat terendam banjir.

Kerugian akibat kejadian itu diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

Peristiwa jebolnya tanggul yang baru saja direnovasi itu terjadi pada Senin (1/12/2014) dinihari. Hingga Kamis (4/12/2014), perbaikan oleh pelaksana proyek masih terus dilakukan.

Tanggul itu memiliki ketinggian sekitar tiga meter dari area kolam milik petani. Tanggul dibangun sebagai penahan saluran irigasi yang airnya berasal dari Bendungan Glendongan, Caturtunggal, Depok.

Salah satu petani ikan yang terkena dampak yakni Yadi Wiyono, 65, warga Dusun Santan. Yadi menceritakan, peristiwa jebolnya tanggul itu terjadi pada Senin dinihari, sehingga tak banyak warga yang tahu.

Tanggul yang baru direnovasi itu tidak mampu menahan volume air, terutama setelah pintu air ditutup. Jika pintu air dibuka, volume air bisa dikurangi sehingga tidak memenuhi saluran irigasi yang berdampak pada jebolnya tanggul.

Pintu air itu sendiri tidak dijaga petugas secara khusus, melainkan atas kesadaran warga untuk membuka dan menutup saat debit air bertambah.

"Saya mengetahui tanggul jebol Senin pukul 04.30 WIB. Penyebabnya karena pintu air ditutup," ungkapnya saat ditemui Kamis pagi.

Luapan air dari tanggul yang jebol, menghanyutkan ribuan ekor ikan nila dan bawal siap panen miliknya, terbawa arus hingga ke Sungai Tambakbayan. Yadi mengaku menderita kerugian sekitar Rp4 Juta.

"Semua ikan hanyut, kolam juga kemasukan material longsoran," ujar pria yang pernah bekerja di Dinas Pengairan Provinsi DIY itu.

Dampak lain yang terjadi yakni matinya puluhan ekor ikan akibat keracunan air bercampur sampah. Hal itu dialami Tusan Hadi Susilo, warga Santan. Dia mengaku, meski tak separah seperti yang dialami Yadi, puluhan ekor ikan miliknya juga mati.

"Ikannya mati karena kolam terkena material tanah dan sampah, sehingga airnya menjadi keruh," ungkapnya sembari menunjukkan ikan di kolamnya yang mati.

Beruntung, kata dia, kerusakan yang terjadi masih menjadi tanggungan pelaksana proyek perbaikan tanggul. Demikian juga dengan kerugian yang dia alami. “Saat ini tanggul terus diperbaiki,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online