Menteri PPPA Usulkan Pembentukan Satgas Perempuan

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Senin, 08 Desember 2014 03:15 WIB
Menteri PPPA Usulkan Pembentukan Satgas Perempuan

JIBI/Harian Jogja/dokumen

Harianjogja.com, JOGJA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise berencana membentuk satuan tugas perempuan guna memantau potensi kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Sesuai usulan dari berbagai organisasi perempuan, usulan itu (pembentukan Satgas Perempuan) bagus, dan perlu untuk memantau potensi kekerasan terhadap perempuan," kata Yohana dalam Seminar Nasional 'Tantangan dan Peluang Perempuan dalam Pengembangan Industri Lokal', di Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (6/12/2014).

Ia menjelaskan gagasan pembentukan Satuan Tugas Perempuan (Satgas Perempuan) merupakan usulan dari berbagai organisasi perempuan yang menemuinya.

Dengan pembentukan satgas itu, kata dia, para aktivis perempuan siap menjadi mata dan telinga bagi setiap potensi kekerasan yang mengintai perempuan.

Menurut dia, maraknya kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak mulai dari Indonesia Timur hingga Barat, disebabkan ketidakpedulian masyarakat secara umum terhadap setiap potensi kekerasan yang dapat menimpa perempuan dan anak di lingkungannya.

"Karena kelemahan kita mengontrol, sehingga terjadi banyak kasus 'human trafficking', dan pelecehan seksual," kata dia.

Yohana mengatakan bagi perempuan atau masyarakat yang mengetahui atau mendengar adanya praktik kekerasan perempuan atau anak-anak, dipersilakan langsung melapor melalui pesan singkat kepada dirinya.

"Saya mengajak ibu-ibu bersama-sama turun ke lapangan, bisa melapor kepada saya melalui 'short message service' (SMS) atau sistem 'online' lainnya," kata Yohana.

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Wanita (PSW) UGM Suprapto mendukung gagasan pembentukan Satgas Perempuan. Menurut dia, gagasan tersebut tepat untuk memutus mata rantai kekerasan terhadap perempuan.

"Mengenai kekerasan perempuan yang terus marak, memang memerlukan kajian dan strategi perlindungan khusus," katanya.

Selain itu, Suprapto menilai dengan terbentuknya satgas yang terdiri atas perempuan, akan menunjukkan bahwa perempuan sejatinya tidak lemah dan memiliki kesadaran atau kepekaan terhadap bahaya yang mengintai dirinya.

"Paling tidak dengan begitu akan menumbuhkan kesadaran bagi perempuan bahwa dirinya bukan mahluk lemah, serta mampu melindungi diri sendiri," ujar Suprapto.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis