Gus Kikin Pimpin PBNU 2026-2031, Ini Harapan Puan Maharani
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
Ilustrasi PNS (Dok/JIBI/Harian Jogja/Antara)
Harianjogja.com, BANTUL - Bagian Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Bantul mengakui kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil (PNS) perlu lebih diperketat lagi. Selama ini pengawasan dirasakan kurang ketat seperti proses absensi yang sekadar mengandalkan sistem manual.
Sub Bagian Organisasi Setda Bantul Subarta mengatakan lemahnya pengawasan kedisiplinan kehadiran PNS di lingkungan Pemkab Bantul mendasari akan diubahnya pola absensi untuk tahun 2015 nanti.
"Kami sudah siapkan kegiatan pendisiplinan PNS ini dengan mengubah sistem abesensi. Dari semula hanya secara manual kita gunakan teknologi mesin perekam sidik jari atau dikenal dengan alat screener," kata Subarta, Senin (8/12/2014).
Menurut Subarta, upaya itu disiapkan secara serius Bagian Organisasi Setda Bantul dengan disiapkannya mata anggaran untuk pengadaan puluhan alat absensi. "Dengan begitu memudahkan pengawasan karena polanya datang dan pulang harus merekam sidik jari," ujar dia.
Ia memastikan rencana pengadaan barang untuk belanja peralatan pendukung absensi PNS itu sudah termuat dalam RAPBD 2015 dan siap untuk realisasi. Hanya saja, diakui Subarta, ada sedikit perubahan volume belanja barang peralatan tersebut. Pasalnya, perencanaan disusun sebelum ada kenaikan harga BBM.
"Kemungkinan volume barangnya yang berkurang dan karena ada perubahan harga barang pasca kenaikan harga BBM ini," tambahnya lagi.
Karena belum bisa menjangkau seluruh SKPD yang ada, Subarta berencana absensi bagi PNS ini nanti akan diprioritaskan bagi SKPD yang paling dianggap penting dan bersinggungan langsung dengan fungsi pelayanan publik secara langsung seperti Dinas Perizinan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Disdukcapil, Rumah Sakit Panembahan Senopati, Badan Kepagawaian Daerah dan SKPD lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
Persoalan pendidikan di Kabupaten Bantul masih cukup banyak, mulai dari kondisi fasilitas sekolah, kesejahteraan guru, hingga proses belajar mengajar
Bagayoko yakin PSS Sleman tampil lebih baik saat menghadapi Madura United pada pekan kedua BRI Super League di Stadion Maguwoharjo.
Bupati Gunungkidul meluncurkan Puslatkab sebagai persiapan atlet menghadapi Porda dan Peparda DIY di Kulonprogo tahun depan.
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Wacana peleburan BMKG dan Badan Geologi dinilai bisa memperkuat mitigasi bencana, tetapi regulasi dan anggaran perlu disiapkan.