Warga Jogja Ditantang Berani Gundul
Jalan desa di wilayah Sleman disarankan menggunakan conblok daripada aspal
Harianjogja.com, SLEMAN—Asisten Daerah Bidang Pembangunan, Suyamsih mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyarankan warga tidak membangun jalan dengan pengaspalan, melainkan conblock.
“Aspal memang lebih awet. Tapi kalau jalan kampung ya lebih baik conblock saja,” kata Suyamsih, saat ditemui di Dusun Tajem, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Selasa (23/12/2014).
Menurut Suyamsih, biaya pembangunan jalan conblock lebih murah dibanding pengaspalan. Selain itu,berbeda pada jalan beraspal, air hujan pada jalan conblock juga masih bisa meresap ke tanah.
“Bantuan aspal masih ada, tapi kami ingin mengurangi. Jadi kalau ada yang konsultasi soal pembangunan jalan desa, kami sarankan pakai conblock saja,” paparnya.
Meski demikian, Suyamsih akan tetap menyesuaikan dengan kebutuhan warga. Jika memang harus diaspal, setidaknya Pemkab Sleman akan memberikan bantuan sebesar 30% dari total kebutuhan pembanguan.
“Kalau bahan aspalnya, jarang sekali mereka sampai beli, pasti sebisa mungkin kami bantu,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Universitas Oxford kembangkan vaksin Ebola Bundibugyo gunakan teknologi ChAdOx1. Simak proses riset, strategi produksi, dan metode vaksinasi yang akan diterapka
Kaspersky ungkap phishing baru menggunakan QR Code ASCII yang meningkat 5 kali lipat pada 2025 dan mampu menembus sistem keamanan email modern.
GMS Bantul fokus lengkapi izin rumah ibadah usai polemik pembubaran ibadah di Sewon. Pemkab tegaskan larangan intimidasi dan dorong penyelesaian sesuai aturan.
MotoGP berencana terapkan aturan satu motor mulai 2027 demi efisiensi biaya. Simak dampaknya terhadap strategi balap dan nasib prosedur flag-to-flag.
Jadwal Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 2026 lengkap dengan daftar pemain diaspora dan lawan Grup A.