PAD Wisata Gunungkidul Melejit, Dewan Minta Target Dinaikkan
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Suasana di Pantai Nguyahan, Jumat (9/1/2015). Dengan menggunakan dana dari program pengentasan kemiskinan, Kecamatan Saptosari bersolek untuk mempercantik kawasan wisata di sana. (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Penataan Gunungkidul yang didana MP3KI sebesar Rp5,8 miliar, pada tahap awal difokuskan di lima pantai yang terletak di Saptosari.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Camat Saptosari Jarot Hadiatmojo menyampaikan penataan kawasan pariwisata di Saptosari menggunakan anggaran Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI). Dalam progam tersebut, Kecamatan Saptosari mendapatkan bantuan Rp5,8 miliar.
“Dana tersebut salah satunya digunakan untuk penataan di Pantai Nguyahan sebesar Rp920 juta. Sisanya, ada yang digunakan untuk membuat Taman Saptosari dan penataan di Pantai Ngedan,” kata Jarot, Jumat (9/1/2015).
Menurut dia, penataan kawasan pantai di Saptosari tidak mendapatkan tantangan dari pedagang maupun warga masyarakat sekitar. Malahan, mereka mendukung rencana tersebut, karena dapat menggerakan pariwisata menjadi lebih baik lagi.
Mantan Sekretaris Camat Purwosari itu menambahkan, potensi pantai di Saptosari ada 15 lokasi. Namun, untuk saat ini baru lima pantai yang digarap, yakni Ngrenehan, Ngobaran, Nguyahan, Ngedan dan Butuh.
“Seiring perkembangan JJLS [Jalur Jalan Lintas Selatan], masing-masing pantai akan kami kembangkan secara bertahap,” ungkap dia.
Program MP3KI di Kecamatan Saptosari yang dijalankan dengan berdasar pada pengembangan potensi pariwisata ini mendapatkan pujian dari Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi. Menurut dia, program tersebut sejalan dengan program dari pemkab.
“Mereka sangat jeli, dan saya percaya bila pariwisata di Saptosari akan maju pesat,” kata Immawan.
kata Ketua Kelompok Sadar Wisata Pantai Nguyahan, Sukiman membenarkan adanya penataan di kawasan tersebut. Rencananya, tahun ini seluruh lapak yang berada di pinggir pantai akan digusur. Sebagai kompensasi pedagang akan diberikan kios yang sedang dibangun.
“Kami tidak keberatan dengan rencana itu. Malahan kami senang, karena kawasan di sini akan lebih rapi lagi,” kata
dia.
Lebih jauh, kata Sukiman, anggota kelompok sadar wisata yang terdiri dari sejumlah pedagang sepakat untuk menggelar pertemuan setiap bulan sekali. Tujuannya, untuk membahas segala permasalahan dan perkembangan di Pantai Nguyahan.
Dari pertemuan itu juga disepakati agar terus menjaga kebersihan pantai. Malahan, untuk memastikan kondisi pantai benar-benar bersih, salah seorang anggota ditugaskan sebagai pengawas serta penanggung jawab kebersihan.
“Dia juga yang bertugas untuk membersihkan pantai. Untuk itu, kami memberikan kompensasi Rp150.000. Dari hasil kesepakatan bersama, pedangang ditarik iuran Rp5.000 tiap pekan,” papar Sukiman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Donald Trump memperingatkan Oman terkait Selat Hormuz. AS tegaskan jalur pelayaran vital itu tidak boleh dikuasai pihak mana pun.
Jadwal SPMB Kulonprogo 2026 resmi diumumkan. Cek kuota SD-SMP terbaru, jalur domisili berubah dan pendaftaran kini full online.
Ferrari Luce 2027 resmi diperkenalkan sebagai mobil listrik pertama Ferrari dengan tenaga 772 kW, jarak tempuh 530 km, dan desain futuristik.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca DIY 28 Mei 2026. Hujan lebat, petir, dan angin kencang berpotensi terjadi di Kulon Progo dan Sleman.
Tiga pelajar di Sragen diamankan polisi usai bikin konten pocong jadi-jadian di TikTok. Aksi demi viral ini sempat bikin heboh warga.