DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Suasana di Pantai Nguyahan, Jumat (9/1/2015). Dengan menggunakan dana dari program pengentasan kemiskinan, Kecamatan Saptosari bersolek untuk mempercantik kawasan wisata di sana. (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Penataan Gunungkidul yang didana MP3KI sebesar Rp5,8 miliar, pada tahap awal difokuskan di lima pantai yang terletak di Saptosari.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Camat Saptosari Jarot Hadiatmojo menyampaikan penataan kawasan pariwisata di Saptosari menggunakan anggaran Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI). Dalam progam tersebut, Kecamatan Saptosari mendapatkan bantuan Rp5,8 miliar.
“Dana tersebut salah satunya digunakan untuk penataan di Pantai Nguyahan sebesar Rp920 juta. Sisanya, ada yang digunakan untuk membuat Taman Saptosari dan penataan di Pantai Ngedan,” kata Jarot, Jumat (9/1/2015).
Menurut dia, penataan kawasan pantai di Saptosari tidak mendapatkan tantangan dari pedagang maupun warga masyarakat sekitar. Malahan, mereka mendukung rencana tersebut, karena dapat menggerakan pariwisata menjadi lebih baik lagi.
Mantan Sekretaris Camat Purwosari itu menambahkan, potensi pantai di Saptosari ada 15 lokasi. Namun, untuk saat ini baru lima pantai yang digarap, yakni Ngrenehan, Ngobaran, Nguyahan, Ngedan dan Butuh.
“Seiring perkembangan JJLS [Jalur Jalan Lintas Selatan], masing-masing pantai akan kami kembangkan secara bertahap,” ungkap dia.
Program MP3KI di Kecamatan Saptosari yang dijalankan dengan berdasar pada pengembangan potensi pariwisata ini mendapatkan pujian dari Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi. Menurut dia, program tersebut sejalan dengan program dari pemkab.
“Mereka sangat jeli, dan saya percaya bila pariwisata di Saptosari akan maju pesat,” kata Immawan.
kata Ketua Kelompok Sadar Wisata Pantai Nguyahan, Sukiman membenarkan adanya penataan di kawasan tersebut. Rencananya, tahun ini seluruh lapak yang berada di pinggir pantai akan digusur. Sebagai kompensasi pedagang akan diberikan kios yang sedang dibangun.
“Kami tidak keberatan dengan rencana itu. Malahan kami senang, karena kawasan di sini akan lebih rapi lagi,” kata
dia.
Lebih jauh, kata Sukiman, anggota kelompok sadar wisata yang terdiri dari sejumlah pedagang sepakat untuk menggelar pertemuan setiap bulan sekali. Tujuannya, untuk membahas segala permasalahan dan perkembangan di Pantai Nguyahan.
Dari pertemuan itu juga disepakati agar terus menjaga kebersihan pantai. Malahan, untuk memastikan kondisi pantai benar-benar bersih, salah seorang anggota ditugaskan sebagai pengawas serta penanggung jawab kebersihan.
“Dia juga yang bertugas untuk membersihkan pantai. Untuk itu, kami memberikan kompensasi Rp150.000. Dari hasil kesepakatan bersama, pedangang ditarik iuran Rp5.000 tiap pekan,” papar Sukiman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 9 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Minggu 9 Agustus 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Harga emas Pegadaian hari ini, Minggu 9 Agustus 2026. Cek harga jual dan buyback emas Antam, Galeri 24, serta UBS lengkap.
GIIAS 2026 diprediksi mencatat pengunjung lebih banyak dari tahun lalu. Pameran menghadirkan lebih dari 65 merek dan 37 kendaraan baru.
Samsung Galaxy Z Fold8, Flip8, dan Fold8 Ultra resmi hadir. Simak spesifikasi layar, kamera, chipset, serta harga terbarunya di Indonesia.